KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
JEMBER – Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember sejak Kamis hingga Jumat (13/2/26) dini hari telah mengakibatkan banjir luapan di sejumlah titik. Merespons kondisi darurat tersebut, Polres Jember bersama tim gabungan lintas instansi bergerak cepat melakukan evakuasi warga dan penyaluran bantuan kemanusiaan, terutama di wilayah terdampak paling parah.
Rambipuji Jadi Titik Terparah
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 3.944 Kepala Keluarga (KK) di 17 desa/kelurahan yang tersebar di 8 kecamatan terdampak oleh bencana ini. Kecamatan Rambipuji tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling signifikan, di mana terdapat 3.210 KK yang rumahnya terendam luapan air.
Luapan ini dipicu oleh meningkatnya debit air di lima sungai besar, yakni Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kalijompo, Kaliklepuh, dan Sungai Bedadung. Ketinggian air dilaporkan bervariasi mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 2 meter.
Fokus Keselamatan dan Kebutuhan Dasar
Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, melalui Wakapolres Kompol Ferry Dharmawan, memimpin langsung jalannya evakuasi di lapangan. Petugas gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD, hingga relawan Tagana bahu-membahu memindahkan warga ke lokasi yang lebih aman, seperti Balai Desa Rambipuji dan tempat ibadah.
“Kami hadir untuk memastikan warga terdampak mendapatkan pertolongan dengan cepat. Evakuasi kami lakukan ke tempat yang lebih aman, sekaligus menyalurkan bantuan logistik selama masa tanggap darurat,” tegas Kompol Ferry, Sabtu (14/2/26).
Selain proses evakuasi, petugas juga telah mendirikan:
Dapur Umum & Mandiri: Untuk memastikan kebutuhan pangan ratusan pengungsi terpenuhi.
Posko Kesehatan: Memantau kondisi warga di pengungsian.
Giat Pembersihan: Petugas mulai membersihkan sisa-sisa lumpur di area yang airnya mulai surut agar tidak menimbulkan penyakit.
Sinergi Lintas Sektoral
Hingga saat ini, ratusan warga masih bertahan di lokasi pengungsian sementara petugas tetap bersiaga mengantisipasi adanya banjir susulan. Selain merendam permukiman, banjir juga dilaporkan merusak infrastruktur jembatan dan sempat melumpuhkan arus lalu lintas di beberapa titik strategis.
Polres Jember memastikan akan terus berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah guna mempercepat masa pemulihan pascabencana. “Sinergi lintas instansi terus kami lakukan, baik dalam proses evakuasi, pengamanan wilayah, maupun distribusi bantuan. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” pungkas Kompol Ferry. Sumber berita: (Red Jaskurnia Tim Media Kpk Sigap)



