KPK SIGAP.COM, Samarinda – Penolakan terhadap program “Koperasi Merah Putih” datang dari diaspora Flores di Kalimantan Timur . Kanisius Dos, tokoh asal Manggarai Barat yang kini bermukim di Samarinda, Kalimantan Timur, melontarkan kritik tajam lewat WhatsApp Group _AYO JEMPUT PROVINSI KEPULAUAN FLORES_, Jumat 10 Juli 2026.

Menurut Kanisius, koperasi yang digadang-gadang pemerintah itu cacat secara konsep.
“Koperasi merah putih adalah hasil IDE dari seorang pemimpin TDK matang tentang pemberdayaan masyarakat,” tulisnya.
Bukan dari Rakyat, Tapi dari Atas
Kanisius yang aktif menyuarakan isu Flores dari perantauan menguliti konsep dasarnya. Ia mengingatkan, koperasi di seluruh dunia lahir dari bawah.

“Koperasi terbentuk atas dasar INISIATIF Masyarakat dgn kesadaran penuh bahwa mereka mau memberdayakan dirinya, maka dibentuklah kerja sama yg bernama KOPERASI,” tegasnya.
Ia lalu mengutip prinsip koperasi yang diakui dunia: DARI ANGGOTA, OLEH ANGGOTA, DAN UNTUK ANGGOTA.
“Sumber dananya murni dari anggota, bukan dari NEGARA ATAU APBN,” lanjutnya.
Fakta di lapangan, Koperasi Merah Putih justru disuntik dana negara triliunan. Bagi Kanisius, ini bukan pemberdayaan.
“Ini proyek dari atas. Rakyat cuma jadi objek,” kritik diaspora Manggarai Barat itu.
Layak Ditentang: Hamburkan Uang Rakyat
Opini Kanisius menohok: “Koperasi Merah Putih layak di tentang di Indonesia karena menghamburkan-hamburkan uang rakyat.”

Ia khawatir, model seperti ini justru merusak mental gotong royong. Koperasi yang seharusnya melatih kemandirian, malah jadi alat ketergantungan pada APBN.
“Negara ini bisa mundur kerena salah kelola oleh pemimpinnya,” tutup Kanisius.
Catatan Redaksi KPK SIGAP:
1. Prinsip Koperasi Dilabrak. ICA – International Cooperative Alliance – tegas menyebut otonomi dan kemandirian adalah pilar koperasi. Dana dari anggota, bukan dari negara.
2. Risiko Moral Hazard. Saat uang APBN jadi modal utama, pengawasan anggota lemah. Potensi fiktif, mark-up, dan korupsi terbuka lebar. Ini yang harus diawasi KPK.
3. Suara Diaspora Flores. Kritik ini penting karena datang dari putra Manggarai Barat di perantauan. Artinya, keresahan soal Koperasi Merah Putih bukan hanya di Flores, tapi juga di telinga diaspora yang peduli kampung halaman.
KPK http://SIGAP.COM membuka ruang klarifikasi bagi pemerintah dan pengelola Koperasi Merah Putih. Rakyat berhak tahu: ini pemberdayaan atau pemborosan?
Reporter : AJ
Editor : Redaksi



