Lestarikan Tradisi, Pemdes Gendoh Gelar Ruwatan Massal dan Kirab Hasil Bumi

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

Gendoh – Pemerintah Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, menggelar upacara adat Ruwatan Desa pada Rabu, (8/7/2026). Kegiatan rutin tahunan ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh ratusan warga setempat yang antusias menyaksikan rangkaian acara sejak pagi hingga siang hari.

 

Acara yang dipusatkan di halaman Kantor Desa Gendoh ini digelar sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan hasil panen, sekaligus ritual tolak bala demi keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga desa.

 

Kemeriahan Pentas Gamelan dan Rebutan Gunungan

 

Suasana khidmat sekaligus meriah langsung terasa begitu tabuhan musik gamelan tradisional mulai menggema. Alunan musik ritmis tersebut mengiringi jalannya prosesi utama ruwatan.

Daya tarik utama warga dalam perayaan kali ini adalah adanya gunungan hasil bumi yang beraneka ragam.

 

Puluhan jenis buah-buahan segar dan sayuran hasil pertanian warga setempat disusun menjulang tinggi, bersanding dengan nasi tumpeng raksasa yang disajikan secara khusus.

 

“Ruwatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud syukur kolektif kami kepada Tuhan Yang Maha Esa. Alhamdulillah, tahun ini hasil panen warga melimpah,” ujar Kepala Desa Gendoh Bapak Win saat memberikan sambutan di sela-sela acara.

 

Setelah doa bersama yang dipimpin oleh tokoh adat dan tokoh agama setempat selesai dibacakan, suasana yang semula khidmat berubah menjadi penuh keseruan. Warga yang hadir saling berebut buah-buahan dan sayuran dari gunungan tersebut.

 

Bagi masyarakat setempat, mendapatkan bagian dari gunungan hasil bumi ini diyakini membawa berkah dan kemakmuran untuk satu tahun ke depan.

 

Menjaga Nilai Gotong Royong

Selain aspek spiritual dan pelestarian budaya, kegiatan ruwatan ini juga terbukti menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.

 

Seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh pemuda, hingga para petani, saling bergotong royong menyukseskan acara ini secara swadaya.

 

Di akhir acara, warga bersama-sama menyantap nasi tumpeng yang telah disajikan. Tradisi makan bersama atau kembul bujana ini menandai penutupan rangkaian ruwatan dengan penuh rasa kekeluargaan dan kedamaian.

 

Pihak Pemerintah Desa Gendoh berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan oleh generasi muda sebagai identitas budaya lokal yang bernilai tinggi.

Jurnalis: (Red Kurnia)

Tim Liputan: (Kosim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *