Tim Jibom Brimob Evakuasi dan Musnahkan Mortir Temuan Warga di Kota Blitar

Blitar | Kpksigap.com – Warga menemukan benda mencurigakan menyerupai mortir di aliran Kali Lahar, Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar, pada Minggu (5/7/2026). Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Timur langsung mengevakuasi benda tersebut pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, memimpin langsung pengamanan di lokasi. Pihaknya menerjunkan 12 personel gabungan dari Satuan Brimob dan Polsek Sukorejo untuk mengantisipasi potensi bahaya selama proses evakuasi berlangsung.

Seorang nelayan ikan sungai bernama Suparman (45) pertama kali melihat benda logam berkarat yang mencuat di antara bebatuan pada Minggu (5/7/2026) pukul 15.30 WIB. Awalnya, ia mengira benda itu besi tua bekas konstruksi jembatan. Namun, setelah membersihkan lumut yang menempel, Suparman melihat bentuk silinder dengan sirip di bagian ekor yang sangat mirip dengan proyektil artileri.

“Kami langsung melapor ke ketua RT setempat karena bentuknya cukup menyeramkan. Kami tidak berani menyentuh lagi setelah melihat ujungnya meruncing,” ujar Suparman kepada awak media di lokasi evakuasi, Kamis pagi.

Laporan warga kemudian diteruskan ke Polsek Sukorejo pada Senin (6/7/2026) pukul 08.00 WIB. Petugas kepolisian segera memasang garis polisi dan melarang aktivitas warga di radius 50 meter dari titik penemuan untuk mengamankan area

Tim Jibom baru bisa turun ke lokasi pada Rabu (8/7/2026) setelah melakukan koordinasi intensif dengan TNI Kodim 0808 Blitar. Namun, upaya pengangkatan pada hari itu gagal karena benda tersebut tertimbun batu besar berdiameter sekitar 1,5 meter yang terbawa arus deras sungai.

“Tim kami harus menyiapkan alat berat berupa dongkrak hidrolik dan tali tambang khusus untuk menggeser batu itu. Arus sungai yang cukup kencang juga sempat memperlambat proses penyelaman,” jelas Komandan Tim Jibom Brimob, Iptu Heri Santoso, saat ditemui di sela-sela evakuasi.

Pada Kamis pagi, kondisi cuaca cerah dan debit air sungai menurun drastis. Kondisi ini memudahkan tim menyelam dan mengikat benda dengan sling baja. Proses pengangkatan berlangsung sekitar 2 jam. Tim akhirnya berhasil menaikkan benda tersebut ke atas truk taktis pada pukul 12.30 WIB.

Setelah berhasil mengevakuasi benda, tim langsung memindahkannya ke gudang penyimpanan aman milik Satuan Brimob di pinggiran Kota Blitar. Berdasarkan pemeriksaan visual awal, benda memiliki panjang sekitar 60 sentimeter dengan diameter tabung 8 sentimeter.

Kapolres AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan asal-usul benda secara ilmiah karena kondisi karat yang sangat parah. Namun, dari bentuk dan struktur siripnya, tim menduga kuat benda itu adalah mortir atau granat tangan berukuran besar.

“Kami belum bisa menduga-duga dari mana asalnya atau apakah ini sisa konflik masa lalu atau latihan militer. Yang kami pastikan, benda ini memiliki ruang muat di bagian kepala yang masih utuh, sehingga daya ledaknya masih terbilang tinggi. Karena posisinya sudah lama di dasar sungai, kami sulit mengukur diameter pastinya tanpa alat sinar-X,” terang AKBP Kalfaris dalam konferensi pers di halaman Mapolres Blitar Kota.

Tim Jibom akan melakukan disposal atau pemusnahan pada Jumat (10/7/2026) pagi di area tanah kosong bekas tambang pasir yang jauh dari pemukiman penduduk, sekitar 15 kilometer arah selatan Kota Blitar.

Metode disposal yang akan digunakan tim adalah low-order detonation atau peledakan terkendali dengan volume bahan peledak minimal agar getaran tidak merusak infrastruktur sekitar. Selama proses pemusnahan, polisi akan menutup akses jalan alternatif dan menerjunkan 20 personel untuk mengamankan radius 200 meter.

Redaksi | Pramono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *