Skandal Mesum Oknum Kaur Kesra Sidodadi Terbongkar, Digerebek Warga di WC Kedai

PURWOREJO– KPKsigap.com, Citra aparatur desa kembali tercoreng. Seorang oknum perangkat Desa Sidodadi, Kecamatan Kemiri, digerebek warga saat diduga melakukan perbuatan mesum bersama seorang wanita di kamar mandi Kedai, Desa Megulung Kidul, Kecamatan Pituruh, Minggu 24 Mei 2025.

Penggerebekan berlangsung sekitar siang hari dan memancing kemarahan warga yang berada di lokasi. Kejadian ini langsung menyebar dan menjadi sorotan karena melibatkan orang yang seharusnya menjadi teladan di masyarakat.

Berdasarkan keterangan saksi, kedua orang tersebut awalnya terlihat bersama di area kedai. Tak lama kemudian mereka masuk ke kamar mandi. Curiga dengan suara yang terdengar dari dalam, warga langsung melakukan penggerebekan.

“Keduanya ditangkap saat berada di kamar mandi dalam kondisi setengah bugil. Pakaian bagian bawah sudah dilepas semua,” kata Kapolsek Pituruh AKP Purwanto saat dikonfirmasi pada Senin (25/05/2026).

Kapolsek membenarkan bahwa laki-laki yang diamankan adalah oknum Kaur Kesra Desa Sidodadi yang sudah berkeluarga. Sementara perempuannya juga warga Desa Sidodadi dan diketahui sudah bersuami.

Salah satu perangkat Desa Sidodadi yang dikonfirmasi mengakui kejadian tersebut. Ia menyebut pelaku adalah Kaur Kesra di desanya.

“Itu dilakukan oleh Kaur Kesra menurut isunya. Kalau detailnya saya tidak tahu. Wanita yang bersamanya juga warga Sidodadi,” ujarnya singkat, pada Senin (25/05/2026).

Pengakuan ini memperkuat bahwa peristiwa memalukan itu benar terjadi dan melibatkan aparatur desa yang seharusnya menjaga etika dan moral publik.

Usai digerebek, keduanya langsung diamankan dan diserahkan ke Polsek Pituruh. Karyawan Kedai yang bertugas siang hari mengaku menjadi pihak pertama yang mengetahui kejadian itu di WC.

“Benar, karyawan jaga siang yang menangkap basah. Sekarang sudah diserahkan ke Polsek Pituruh untuk diproses,” kata karyawan tersebut.

Kapolsek Pituruh AKP Purwanto menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur. Ia juga menyoroti kelalaian pengawasan di tempat umum.

“Kami imbau warga jangan main hakim sendiri. Kami juga akan segera koordinasi dengan kepala desa dan pemilik kedai agar memasang CCTV. Tempat usaha tidak boleh jadi lokasi perbuatan yang merusak norma,” tegasnya.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus yang melibatkan aparatur desa dalam dugaan pelanggaran moral. Publik kini menunggu ketegasan pemerintah desa dan pihak berwajib dalam menyikapi oknum yang mencoreng nama baik institusi.

Reporter Edvin Riswanto
Editor Mursyidi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *