Sembunyi di Balik Daun Gamal, 350 Liter Solar Ilegal Diamankan Bais TNI di Perbatasan Napan

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

TIMOR TENGAH UTARA – Satuan Tugas Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI kembali menunjukkan taringnya dalam menjaga kedaulatan ekonomi di garis depan nusantara. Pada Selasa (07/04/2026) pagi, petugas berhasil mengendus dan menggagalkan upaya penyelundupan ratusan liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di wilayah perbatasan Napan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT.

 

Aksi ilegal yang menyasar wilayah perbatasan RI-RDTL (Republik Demokratik Timor Leste) ini terungkap melalui operasi patroli rutin yang ditingkatkan di jalur-jalur rawan.

 

Modus Kamuflase Hutan

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan 10 jeriken berkapasitas 35 liter (total 350 liter) yang disembunyikan di tengah rimbunnya semak belukar. Lokasi penemuan berada tak jauh dari kawasan vital Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan.

 

Untuk mengelabui pandangan aparat yang berpatroli, para pelaku menggunakan modus kamuflase tradisional dengan menimbun jeriken-jeriken tersebut menggunakan tumpukan daun gamal.

 

“BBM tersebut diletakkan di dalam semak-semak dan ditutupi dedaunan agar tersamar dari pantauan petugas. Namun, berkat ketelitian anggota di lapangan, upaya ini berhasil kita deteksi,” ungkap salah satu anggota Satgas Bais TNI di lokasi kejadian.

 

Dugaan Jaringan Lintas Batas

Letak penemuan yang berada jauh di dalam kawasan hutan menguatkan indikasi bahwa ratusan liter solar tersebut memang sengaja dipersiapkan untuk diselundupkan ke negara tetangga melalui “jalur tikus”. Saat ini, pihak berwenang tengah melakukan pendalaman intensif untuk melacak identitas pemilik barang serta jaringan distribusi yang terlibat.

 

Satgas Bais TNI menegaskan tidak akan memberi celah sedikit pun bagi aktivitas ilegal yang merugikan negara. Pengawasan di titik-titik buta perbatasan akan terus diperketat guna memutus rantai penyelundupan komoditas bersubsidi.

 

Sinergi Aparat dan Masyarakat

Penemuan ini menjadi pengingat bahwa tantangan di wilayah perbatasan masih cukup tinggi, terutama terkait disparitas harga BBM yang memicu praktik penyelundupan. Selain meningkatkan kewaspadaan personel, TNI juga mengharapkan peran aktif dari warga sekitar.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap kooperatif. Jika melihat pergerakan atau aktivitas mencurigakan di area perbatasan, segera laporkan. Sinergi antara aparat dan warga adalah kunci utama dalam menjaga keamanan nasional di garda terdepan,” pungkasnya.

 

Keberhasilan penggagalan ini membuktikan komitmen tanpa henti Bais TNI dalam memproteksi sumber daya energi dalam negeri sekaligus menjaga integritas wilayah NKRI di perbatasan darat. Sumber berita: (Red Jaskurnia Tim Media Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *