Warisan Kita Bukan Perpecahan, Tapi Persatuan
Kpksigap.com – Baubau, 21 September 2025,
Oleh Sahabat Fiki Aldi – PMII Kota Baubau bukan arena percobaan bagi mereka yang gemar mengobral ambisi. Sejarah pergerakan mahasiswa sudah terlalu sering dikotori oleh ulah oknum yang menjadikan organisasi sebagai panggung kekuasaan, bukan rumah kaderisasi. Kita masih mengingat, di banyak cabang, konflik kepemimpinan yang lahir dari nafsu pribadi telah meruntuhkan martabat organisasi, menciptakan dua kubu yang saling menghancurkan, hingga akhirnya hanya meninggalkan abu perpecahan. Apakah kita rela PMII Kota Baubau bernasib sama?
Mari kita bicara jujur. Apa yang terjadi belakangan ini, klaim sepihak tentang kepemimpinan tandingan, pamflet kosong tanpa dasar konstitusi adalah bentuk penghinaan terhadap AD/ART, penghinaan terhadap SK, dan lebih parah lagi, penghinaan terhadap darah dan keringat kader yang telah membesarkan PMII di tanah Buton. Mereka yang melakukannya bukan sedang membangun, melainkan sedang merobohkan rumah sendiri. Itu bukan sekadar pelanggaran aturan, tapi juga pengkhianatan terhadap cita-cita besar PMII.
Kita harus belajar dari luka masa lalu. Di cabang-cabang lain, kita sudah menyaksikan bagaimana perpecahan memutus regenerasi, bagaimana dualisme kepemimpinan melahirkan kekacauan, dan bagaimana organisasi menjadi bahan tertawaan publik. Perpecahan selalu melahirkan trauma panjang. Apakah kita akan mewariskan luka yang sama kepada kader-kader setelah kita? Jangan! Kita harus memutus rantai kebodohan ini sekarang juga. Kesalahan sekali mungkin bisa dimaafkan, tetapi jika dibiarkan terulang, itu bukan lagi kesalahan, itu adalah dosa sejarah.
Ingatlah, sahabat-sahabat: PMII bukan arena perjudian nasib. Setiap tindakan sembrono hari ini akan dicatat oleh sejarah dan diwariskan kepada generasi setelah kita. Jika hari ini kita biarkan kepemimpinan dipermainkan tanpa aturan, maka jangan kaget jika kelak kader-kader berikutnya tumbuh tanpa hormat pada konstitusi, tanpa hormat pada amanah, tanpa hormat pada marwah organisasi. Itu berarti kita sendiri yang sedang menggali liang kubur bagi PMII.
Maka, ditegaskan dengan lantang: cukup sekali! Jangan pernah lagi ada pengkhianatan terhadap aturan organisasi. Jangan pernah lagi ada klaim liar tanpa dasar. Jangan pernah lagi ada pamflet murahan yang menodai legalitas kepemimpinan sah. Jika ini diulang, maka yang bersalah bukan hanya mereka yang berbuat, tetapi juga kita yang diam. Mari kita berdiri, menjaga marwah PMII, menutup rapat pintu bagi segala upaya perpecahan, dan memastikan generasi setelah kita hanya mewarisi kekuatan, bukan kelemahan; persatuan, bukan perpecahan; kebanggaan, bukan kehinaan.
Dan kepada seluruh sahabat kader, jangan terperangkap terlalu jauh dalam konflik cabang! Ingat, kekuatan PMII sesungguhnya ada di komisariat. Di sanalah kader ditempa, di sanalah regenerasi dibangun, di sanalah masa depan organisasi disiapkan. Jangan biarkan ambisi segelintir orang di cabang menghambat proses belajar dan berjuang kalian di komisariat. Fokuslah pada pengkaderan, fokuslah pada penguatan basis, karena dari komisariatlah lahir pemimpin sejati, bukan dari pamflet dan klaim kosong.
Hari ini kita boleh berbedah pendapat, tetapi jangan sampai kita kehilangan arah. Komisariat harus tetap hidup, proses kaderisasi harus tetap berjalan, dan cita-cita besar PMII harus terus dijaga. Tinggalkan konflik yang melelahkan, rebut kembali semangat belajar dan berjuang. Ingat, masa depan PMII Kota Baubau tidak ditentukan oleh mereka yang haus kekuasaan, tetapi oleh sahabat-sahabat yang tekun berproses di komisariat dengan hati yang ikhlas dan pikiran yang jernih.
Reporter la Ode
Editor mursyidi




