Agam, KPK Sigap.com
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lubuk Basung, Agam, Sumatra Barat Budi Suharto mengeluhkan seringnya listrik mati di Lapas, termasuk juga wilayah sekitar Lapas.
” Hal ini dirasakan beberapa hari saat bulan ramadhan ini saja, sementara di hari biasa lancar dan tetap hidup serta dirasakan penerangan oleh warga binaan,” Budi Suharto,” kata Budi Suharto, Selasa (11/3).
Karena itu pihaknya berharap pihak terkait agar memperhatikan kondisi ini, sebab khusus di Lapas cukup mengkhawatirkan dan berpotensi terjadi lingkungan yang tidak aman.
Di lokasi ini, jumlah warga binaan mencapai ratusan orang dan dipantau sejumlah petugas dalam mendukung proses pengamanan yang intensif setiap waktu.
Jika arus listrik sering padam pada malam hari, tidak tertutup kemungkinan memicu kegaduhan bisa saja terjadi dan menyulitkan petugas setempat mengatur warga binaan nanti.
“Khusus pada bulan Ramadhan ini, Lapas telah memprogramkan sejumlah kegiatan yang diterapkan bagi warga binaan, seperti ibadah shalat tarawih, zikir, baca Alquran dan lainnya,” katanya Budi Suharto, Selasa (11/3).
Diharapkan dari program yang dilakukan, mendorong warga binaan semakin memantapkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta setelah usai menjalani hukumannya ke tempat masing masing.
Terkait dengan kondisi padamnya listrik tersebut di Lapas dan kawasan sekitar disikapi serius dengan menurunkan petugas untuk memperbaiki jaringan yang terganggu beberapa hari terakhir.
“Sedang dalam pekerjaan bersama tim kami malam ini, semoga bisa di selesaikan sesegera,” Manager PT PLN Persero ULP Lubuk Basung, Gatot Catur Jatmiko.
Pihaknya siap memperbaiki secepatnya, sehingga lampu kembali menyala dan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi warga binaan dan masyarakat sekitar pada hari selanjutnya.
Diharapkan setelah dilakukan pemantauan dan penelusuran jaringan serta diperbaiki secepatnya, ke depan nya masyarakat merasakan kenyamanan terhadap penerangan lampu dan kebutuhan lainnya.
KPK Sigap -Red – Mursyidi




