KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
BANYUWANGI – Niat mulia untuk menyalurkan bantuan pangan tepat waktu berakhir nahas. Sebuah truk bermuatan 5 ton Minyakita mengalami kecelakaan tunggal dan terperosok ke dalam jurang di kawasan perbatasan Desa Banjar-Segobang, Kecamatan Licin, Banyuwangi, pada Rabu (3/6).
Kapolsek Licin, IPTU Karyadi, mengonfirmasi insiden tersebut. Menurut keterangannya, truk yang dikemudikan oleh Mohamad Bisri Mustofa itu sedang dalam perjalanan untuk mendistribusikan bantuan minyak goreng ke wilayah Desa Keluncing dan Desa Pakel.
“Benar telah terjadi kecelakaan tunggal truk bermuatan bantuan pangan. Sopir truk saat itu sedang dalam perjalanan menuju ke Desa Keluncing dan Desa Pakel untuk melakukan pengiriman,” ujar IPTU Karyadi.
Terjebak Rute Google Maps
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan yang dihimpun di lapangan, musibah ini bermula ketika sang sopir mengandalkan aplikasi Google Maps untuk menentukan rute pengiriman.
Namun, aplikasi navigasi tersebut justru mengarahkan kendaraan melalui jalur alternatif yang ternyata memiliki medan sangat berat. Sesampainya di perbatasan Desa Banjar-Segobang, truk diarahkan melewati tanjakan dengan kondisi medan yang sangat curam dan berbahaya.
Diduga karena tidak mampu menanjak di tengah kondisi medan yang ekstrem, truk tersebut kehilangan kendali hingga akhirnya terperosok ke dalam jurang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sang sopir, Mohamad Bisri Mustofa, dilaporkan selamat dari insiden tersebut, meski kendaraan yang dibawanya mengalami kerusakan yang cukup parah.
Saat ini, pihak kepolisian bersama warga setempat tengah berkoordinasi untuk melakukan upaya evakuasi terhadap badan truk yang masih berada di dalam jurang. Insiden ini pun menjadi pengingat bagi para pengendara, khususnya pengemudi kendaraan berat, untuk lebih waspada dan tidak sepenuhnya bergantung pada aplikasi navigasi, terutama saat melintasi jalur-jalur pedesaan yang medannya belum dikenali dengan baik. Sumber berita: (Red Kurnia Tim Media Kpk Sigap)




