KpkSigap.com,OKU Baturaja-
Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Muhammad Thohir, S.Sos., M.M., yang bertanggung jawab atas wilayah Sumatera Selatan , mencakup lima Provinsi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jambi, Bangka Belitung.
Apel persiapan menjelang pemungutan suara bertempat di Kabupaten Ogan komering ulu provinsi Sumatera Selatan dilaksanakan dalam rangka Operasi Mantap Praja Musi 2024. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak termasuk Forkopimda, Kapolres OKU, Dandim 0403 OKU, Pejabat Bupati OKU, DPRD, BAWASLU, Kejaksaan, kehakiman, Sat Pol PP, dan Panwascam OKU untuk memastikan kesiapan pengamanan pemilu. Sebanyak 700 personel siaga dilibatkan untuk menjaga ketertiban selama tahap pemungutan dan penghitungan suara, Apel ini bertujuan memastikan pemilu berlangsung aman, profesional, dan tanpa gangguan.Selasa tanggal 26 November 2024.
Dengan persiapan aparat keamanan untuk memastikan kelancaran proses pemungutan suara, khususnya menjelang pemilu atau pilkada. Kehadiran Danrem (Komandan Resor Militer) Sumatra Selatan kemungkinan untuk memberikan arahan kepada personel terkait pengamanan dan stabilitas selama proses berlangsung di kabupaten Ogan komering ulu.
menjelang hari pemungutan suara dilakukan atas instruksi Panglima TNI, hal itu menunjukkan komitmen TNI untuk mendukung keamanan dan kelancaran pesta demokrasi. Danrem 044/ Gapo memberikan instruksi strategis untuk memastikan netralitas TNI, kesiapan personel, dan antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan selama proses pemilu berlangsung.
Instruksi ini mencerminkan peran TNI dalam menjaga stabilitas nasional tanpa terlibat langsung dalam politik praktis, sesuai dengan amanat undang-undang.
Berbagai elemen seperti Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), Pejabat Bupati, Kapolres OKU, Dandim 0403 OKU, Kejaksaan, Pengadilan, DPRD, Sat Pol PP dan Bawaslu menunjukkan bahwa kegiatan ini merupakan koordinasi lintas lembaga untuk memastikan kesiapan menghadapi hari pemungutan suara.
Dalam Hal ini Menyatukan visi dan misi seluruh unsur terkait agar pelaksanaan pemilu berjalan lancar, Meningkatkan sinergi dan koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan lembaga terkait dalam menghadapi berbagai kemungkinan, Memastikan netralitas dan keamanan, baik dari sisi pengamanan TPS hingga penanganan potensi pelanggaran, Mengantisipasi gangguan seperti isu SARA, hoaks, atau tindakan yang mengancam stabilitas daerah.
Dalam apel persiapan pemungutan suara, pihak berwenang, termasuk TNI, Polri, dan Forkopimda, menegaskan akan menindak tegas segala bentuk kerusuhan atau ancaman yang berpotensi mengganggu jalannya pemilu. Penegasan ini mencerminkan komitmen menjaga keamanan, stabilitas, dan kelancaran pesta demokrasi, sesuai aturan hukum yang berlaku. Langkah antisipasi juga melibatkan patroli intensif, pengamanan TPS, dan koordinasi lintas lembaga untuk meminimalkan risiko konflik.
Setelah apel persiapan pemilu, kegiatan dilanjutkan dengan patroli bersama yang melibatkan TNI, Polri, dan instansi terkait. Patroli ini bertujuan menciptakan rasa aman di masyarakat serta mencegah potensi gangguan selama proses pemilu. Fokus utama patroli adalah wilayah rawan konflik, distribusi logistik pemilu, dan pengamanan lokasi strategis, seperti TPS dan kantor penyelenggara pemilu. Langkah ini merupakan bagian dari Operasi Mantap Praja untuk memastikan pemilu berlangsung tertib, damai, dan lancar.
(KPK SIGAP – SIWAN)




