Bengkayang,kpksigap.com – Miliaran rupiah uang rakyat kini terkubur di dasar sungai! Jembatan 25, yang dibangun dengan anggaran fantastis, kini roboh hanya dalam tiga tahun. Bukan sekadar kelalaian teknis, ada aroma skandal besar di balik proyek ini.
Sejak awal, proyek ini penuh kejanggalan. Tahun 2021, tiang pancang jembatan bahkan sudah roboh saat tahap pembangunan. Bukannya dievaluasi, proyek ini justru tetap berjalan dengan suntikan dana tambahan pada 2022. Namun, hasilnya tetap bencana!
Kini, rakyat yang seharusnya mendapat manfaat justru menjadi korban kebijakan amburadul.
Uang Habis, Jembatan Ambruk, Siapa yang Kenyang?
Investigasi awal mengungkap kesalahan fatal dalam konstruksi. Pasak bumi beton 20×20 cm dipasang di bibir sungai, bukan di daratan yang lebih stabil! Ini bukan sekadar keteledoran, tapi bentuk kelalaian yang tidak bisa dimaafkan.
Lebih aneh lagi, proyek ini dikerjakan oleh kontraktor dari Singkawang, yang kini mengeluhkan kekurangan dana. Bagaimana bisa proyek miliaran rupiah kehabisan uang.
Ada dua kemungkinan: anggaran dikorupsi atau pekerjaan dilakukan asal-asalan.

Proyek Gagal atau Proyek yang ‘Dibuat Gagal’?
Pertanyaannya, apakah ini sekadar kegagalan perencanaan, atau proyek yang memang sengaja dibuat gagal agar bisa terus mendapat anggaran baru?
Setiap tahun, proyek ini terus mendapat suntikan dana, tapi mengapa hasilnya tetap hancur? Apakah ada modus ‘kerusakan terencana’ agar proyek ini terus menjadi ‘sapi perah’ bagi oknum tertentu?
Korupsi Berkedok Pembangunan? Bongkar Semua!
Masyarakat tidak boleh diam! Proyek ini harus diaudit total. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus dipertanggungjawabkan! Jika ada bukti mark-up, pengurangan kualitas material, atau permainan pejabat, maka harus ada kepala yang jatuh.
Jangan biarkan Jembatan 25 menjadi simbol impunitas bagi koruptor! Jika kasus ini tidak diusut, maka bukan hanya jembatan yang roboh—tapi juga masa depan keadilan di negeri ini!
Editor : Rahmad Maulana




