KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
Songgon, Banyuwangi – Operasi pencarian korban hanyut di Sungai Badeng, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, memasuki hari kedua pada Sabtu (6/12/2025). Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Perhutani, dan relawan dikerahkan dalam upaya maksimal menyisir derasnya aliran sungai untuk menemukan Ponirin (50), seorang pemecah batu warga Dusun Sumberagung yang dilaporkan terseret luapan banjir bandang pada Jumat sore.
Detik-Detik Tragis dan Respons Cepat
Kabar hilangnya Ponirin sontak mengguncang warga sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Dusun Sumberasih. Debit air Sungai Badeng yang mendadak naik drastis sekitar pukul 15.30 WIB pada hari Jumat menjadi pemicu tragedi. Arus deras tak terhindarkan menyeret tubuh Ponirin yang sedang beraktivitas di sekitar sungai.
Merespons laporan ini, aparat gabungan TNI-Polri langsung bergerak sigap. Dari jajaran TNI, Peltu Zainul Arifin, selaku Batituud Koramil Songgon, memimpin tim Babinsa yang terdiri dari Serma Bagus Ismoko, Sertu Sudarto, dan Kopka Zarkoni. Mereka berkoordinasi erat dengan personel Polsek Songgon di bawah pimpinan AKP Pudji Wahyono.
“Anggota Koramil Songgon telah bergerak cepat sejak laporan diterima. Ini menunjukkan komitmen TNI dalam pengabdian kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat,” tegas Kapten Kaveleri Andoko, Komandan Koramil Songgon.
Kendala di Malam Hari dan Harapan di Hari Kedua, Pencarian awal pada Jumat sore melibatkan warga setempat, menyisir dengan penuh kehati-hatian. Namun, demi keselamatan personel, operasi terpaksa dihentikan sementara saat malam tiba. Ketidakpastian nasib Ponirin menjadi perhatian utama.
Pada Sabtu pagi, operasi dilanjutkan dengan kekuatan penuh dan peralatan yang lebih memadai. Titik fokus pencarian dipusatkan di sekitar Pos Pro Rafting, Desa Sumberbulu, melibatkan berbagai instansi dan relawan. Komandan Koramil Songgon juga menekankan pentingnya sinergi dan keselamatan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Polsek Songgon dan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk menemukan korban. Saya juga menghimbau warga agar berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, apalagi saat musim hujan seperti ini. Keselamatan adalah prioritas utama,” imbuh Kapten Andoko.
Hingga saat berita ini ditulis, keberadaan Ponirin, pemecah batu yang menggantungkan hidupnya pada aliran sungai tersebut, masih menjadi misteri. Tim gabungan terus berjuang melawan waktu dan arus sungai yang berpotensi membahayakan, berharap dapat menemukan korban dalam kondisi selamat. Sumber berita: (Red Kurnia Tim Media Kpk Sigap)



