Kunjungan Kepala Balai Penyuluhan dan Pelatihan (BPPP) Banyuwangi Ke Desa Wisata Sepekan Glowong Glowing

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

Wringin Agung, Gambiran, Banyuwangi – Kunjungan Kepala BPPP (Balai Pelatihan Dan Penyuluhan Perikanan Banyuwangi) Moch.Muchlisin.A.Pi.MP, Ke Wisata Desa Sepekan Glowong Glowing di hadiri oleh Babinkamtibmas Polsek Gambiran, Kepala Dusun, Tokoh pemuda aktivis Gajah Purwo. Tokoh pelopor gerakan penebaran ikan terkendali Banyuwangi, Ketua Kordinator Pokdakan, Ketua Pokdatan Banyu Agung Raya, Desa Wringin Agung pada Sabtu, (24/05/2025).

 

Menurut kepala pokdatan Banyu agung Raya Pujiono, “Adanya pokdatan ini berawal tanggal 21 April 2025 kurang lebih sudah satu bulan usianya harapannya menjadikan Glowong ini Glowing fokus untuk saat ini penebaran ikan di selokan dengan target 200 meter tahap awal sudah di lakukan satu minggu lalu dengan prinsip pembelajaran dan semangat gotong royong, kekeluargaan bersama melestarikan alam, dengan penebaran ikan ini bisa sinergi dengan alam dan lingkungan sehingga mendapatkan nilai ekonomi juga sosial efek,” ucapnya.

 

Ketua Koordinator Pokdatan Banyu Agung Raya Toto, “Awal inspirasi kegiatan ini berawal dari Brankali yang sudah ada di jajag akhirnya menemukan tokoh penggiat relawan penebaran ikan di selokan terkendali Wibi Untoro, sehingga terbentuk ide dan aplikasi untuk Glowong Glowing selain merawat lingkungan alam tentunya dengan mendapatkan pemberdayaan perekonomian juga kebersamaan guyup rukun sak lawase selain perikanan ada juga kali kembang penanaman bunga untuk parfum menjadikan ekonomi kreatif, pengolahan ikan hasil budidaya menjadikan kuliner masyarakat juga menjadikan glowong sebagai laboratorium BP3 dengan semangat,” ucapnya.

 

Dalam sambutannya di pertemuan Gobyok wisata sepekan ini ketua balai pelatihan dan penyuluhan perikanan (BPPP) Banyuwangi Moch.Muklisin.A.Pi,MP, Mengatakan, “Dalam rangka diskusi di Gebyok Wisata Sepekan ini merupakan kelanjutan hari kamis di kantor BP3 sehingga berlanjut hingga di lokasi ini,” Ungkap Kepala Balai.

 

Suatu program dari nol pun bisa menjadi wisata dalam waktu 6 bulan yang terpenting semangatnya dalam hal ini tidak perlu membangun hal baru tapi amati tiru modifikasi contohnya tanaman jeruk dan padi (Mina Padi) yang terpenting publikasinya dengan publikasi yang balik dan tidak perlu mahal harapan nya, cukup ada media sosial ada suatu lokasi dengan kombinasi ikan dengan pertanian, dengan adanya tranportasi lokal seperti odong-odong di harapkan menambah nilai positif untuk pengunjung tentunya ekonomi desa akan tumbuh nantinya UMKM juga tumbuh di harapkan ada satu edukasi wisata tersentral.

 

Ikan kecil di tebar dengan mina padi ada jualan ikan segar, bumbu, ada rumah makan nila di luar perikanan bisa di kembangkan menjadi produk lain, pembuatan krupuk untuk edukasi anak usia dini kalau sudah terbentuk edu wisata bisa kerjasama dengan PGRI outing klass contohnya, banyak yang bisa di kembangkan dengan budidaya ikan di koneksikan pertanian tentunya menjadi nilai ekonomi sehingga tercipta lapangan kerja harapannya dengan menampilkan Edu Mina Agrowisata ini sebagai wujud kepedulian lingkungan.

 

BP3 akan mendampingi segala pelatihan apa yamg di butuhkan masyarakat akan di dampingi penyuluh prinsipnya membangun dusun Glowong menjadi glowing,” ucapnya.

 

Di akhir pertemuan ini toto berharap mudah-mudahan kita bisa dimampukan oleh Allah untuk melanjutkan apa yang sudah kita upayakan yang penting guyup rukun sak lawase. Sumber Berita: (Red Yamka – Tim Media Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *