Mesuji, kpksigap.com 12 Maret 2025 – Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat (DPC LSM) PEMATANK Kabupaten Mesuji angkat bicara terkait kebijakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, yang dinilai tidak masuk akal. Pasalnya, media lokal yang berdomisili di Mesuji terkesan dikesampingkan dalam pembagian anggaran iklan atau advertorial (ADV), sementara sejumlah media dari luar daerah justru mendapatkan pesanan ADV dengan nilai fantastis.
Ferdi Akbar, yang akrab disapa Kuntum, selaku perwakilan DPC LSM PEMATANK Mesuji, mengungkapkan bahwa kebijakan Kominfo dalam distribusi anggaran ADV patut dipertanyakan.
“Ada media yang mendapat ADV senilai Rp48 juta, Rp16 juta, bahkan yang terkecil Rp1 juta. Dari total 27 media yang menerima ADV, banyak di antaranya justru berasal dari luar Kabupaten Mesuji,” ungkapnya kepada kpksigap.com.
Lebih lanjut, Kuntum menegaskan bahwa media asli Mesuji seakan hanya bisa “gigit jari” karena tidak mendapatkan bagian yang adil.
“Kalau memang ini alasan efisiensi akibat pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, lalu mengapa masih ada 27 media yang mendapat ADV? Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami,” tambahnya.
DPC LSM PEMATANK meminta Dinas Kominfo Kabupaten Mesuji untuk memberikan penjelasan yang transparan kepada publik terkait kebijakan ini.
“Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi, karena ini berpotensi menciptakan ketimpangan dan ketidakadilan di antara media yang benar-benar berdomisili di Mesuji,” tegas Kuntum.
Persoalan ini kini menjadi sorotan, dan publik menanti klarifikasi dari pihak terkait agar kebijakan ADV di Kominfo Mesuji tidak terkesan tebang pilih.(Busri)



