Dinkes Sikka Beri Apresiasi Kepada Yayasan PAPHA dan RS Lela Beri Penanganan Secara Optimal Layani Orang Dengan Gangguan Jiwa

Maumere, Sikka- kpksigap. com
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus memberikan apresiasi yang tinggi kepada Yayasan PAPHA dan Rumah Sakit Lela yang  memberi penanganan secara optimal melayani Orang Dengan Gangguan Jiwa ( ODGJ).
Penegasan tersebut disampaikan Herlemus ketika membedah topik ” Kesehatan Jiwa dan Situasi Kesehatan Jiwa di Kabupaten Sikka” pada Pelatihan Kesehatan Jiwa yang digelar Yayasan Payung Perjuangan Humanis ( PAPHA).
“Kami akan terus melakukan penanganan ODGJ secara optimal dan mengapresiasi peran Lembaga Swadaya Masyarakat serta RS Lela yang memberi pelayanan kepada ODGJ, ” tegasnya.
Kegiatan yang digelar Yayasan PAPHA ini diikuti 25 wartawan yang tergabung dalam wadah Aliansi Wartawan Sikka ( AWAS) dan berlangsung selama 2 hari ini bertempat di Hall Hotel Pelita  Maumere  Kamis dan Jumat ( 13-14/ 03/2025) .
Pada kesempatan itu Herlemus memaparkan di tahun 2024 ada 1220 ODGJ di Kabupaten Sikka. Ia merincikan lagi 574 ODGJ masuk kategori berat telah mendapatkan layanan kesehatan. Sedangkan 471 orang lainnya belum menerima layanan sesuai standar yang ditetapkan.
Dikatakan pula baru sebanyak 54,9 persen Orang Dengan Gangguan Jiwa kategori berat yang mendapatkan layanan kesehatan sesuai standar.
“Ada 48 ODGJ yang sedang dipasung sedangkan 41 orang ada di rumah aman dan 7 orang dipasung menggunakan kayu, ” tambahnya.
Tantangan
Pelbagai tantangan akui Herlemus belum adanya Pengawas Minum Obat ( PMO) serta stigma dari keluarga di masyarakat. Belum ada Fasyankes untuk perawatan dan Pusat  Rehabilitasi Pasien dengan gangguan jiwa, RS Jiwa dan Panti Rehabilitasi.
“Intervensi anggaran APBD sangat terbatas. Selain itu belum ada wadah integrasi antara pemerintah dan pihak swasta serta lembaga terkait untuk bersama- sama melaksanakan upaya pencegahan pengendalian kesehatan jiwa masyarakat, ” katanya.
Herlemus menyampaikan pula belum ada dukungan pihak pemerintah desa untuk menyiapkan rumah aman bagi ODGJ dari keluarga yang tidak mampu.
ODGJ tambah dia lagi, tidak mendapat dukungan dari pihak keluarga untuk proses pemulihan. Ketersediaan bahan makanan yang sangat terbatas dan memprihatinkan bagi ODGJ di tingkat keluarga.
Diperparah lagi ODGJ ditelantarkan keluarga. Tidak memiliki KTP dan Kartu Jaminan Kesehatan. Selain itu ODGJ putus obat karena tidak memiliki PMO.
Isu Strategis Keswa 2025
Herlemus menyodorkan pula isu-isu strategis kesehatan jiwa di tahun 2025, Pertama, memberikan perlindungan dan menjamin upaya/ pelayanan Keswa berdasarkan HAM; secara integrasi dan berkesinambungan, sejak fase janin, kanak-kanak, remaja dan dewasa hingga lansia, melalui upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
Kedua, menjamin ketersediaan dan keterjangkauan sumber daya dalam upaya kesehatan jiwa.
Ketiga, Integrasi layanan Keswa di Fasyankes primer serta penguatan sistem rujukan.
Keempat, penguatan upaya proaktif dan preventif bagi masyarakat umum dan Population at Risk.
Kelima, penguatan keterlibatan masyarakat dan koordinasi lintas sektor di bidang kesehatan jiwa.
Sementara Project Officer Yayasan PAPHA Titon Nikolai Nau pada kesempatan  itu menjelaskan tujuan yang ingin dicapai dalam pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan penulisan jurnalistik kepada Anggota Aliansi Wartawan Sikka ( AWAS) tentang disabilitas khususnya disabilitas psikososial.
Selain itu tambah Titon peserta dapat membuat artikel jurnalistik yang positif tentang kesehatan jiwa Orang Dengan Disabilitas Psikososial ( ODDP).
“Diharapkan selesai pelatihan selama dua hari ini peserta mampu mempromosikan isu kesehatan jiwa melalui media masing- masing sehingga menjadi isu bersama yang perlu diawasi bersama, ” pintanya.
Yayasan PAPHA
Yayasan Payung Perjuangan Humanis ( PAPHA) Indonesia adalah sebuah lembaga kemanusiaan di Sikka yang bekerjasama dengan masyarakat menuntaskan agenda- agenda pembangunan.
Yayasan PAPHA ini tergabung dalam sebuah konsorsium bersama Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat ( JPM) Kupang dan Yayasan Ayo Indonesia Manggarai dengan didukung sepenuhnya oleh CBM Global Disability Inclusion Indonesia dan Australian Aid menginisiasi sebuah program Penanganan Kesehatan Jiwa Flores khususnya Sikka dan Manggarai yang diberi nama BERSAHAJA ( Bersama Untuk Flores Yang Sehat Jiwa).
Sebagai bagian Program BERSAHAJA, Yayasan PAPHA menggelar pelatihan kesehatan jiwa kepada media massa di Sikka.
KPK SIGAP Sikka – Yuven

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *