Langkat ( Sumut ) kpksigap.com
Diduga oknum Kepala Sekolah Menengah Kejuruan swasta (SMKS) Persiapan Padang Tualang yang berlokasi tepatnya di Titi besi Desa Tebing Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat .Sumatera Utara diduga tidak berdasarkan prinsip tranparansi atas sistem pengelolaan Bantuan dana Operasional Sekolah (BOS) regular 2023-2024
Indikasi penyimpangan penggunaan dana BOS di tingkat sekolah nampaknya telah menjadi fenomena umum, salah satunya di SMK Persada Persiapan Padang Tualang penyebab,rendahnya transparansi dan akuntabilitas dari pengelola dana BOS itu sendiri,
Hal itu dikatakan salah satu warga Padang tualang yang enggan menyebutkan jati dirinya kepada kru Media baru-baru ini,mereka juga menambahkan Kasek E,S dan Bendaharanya selama ini terkesan tidak ada ke transparanan tentang penggunaan dana BOS.
Menurut informasi jumlah siswa di SMK Persiapan tersebut Lebih kurang 315 siswa maka dana BOS yang di terima pihak sekolah setiap Tahunya mencapai Rp.535.500.000, sementara uang SPP dari siswa-siswi per bulan di pungut pihak sekolah sebesar Rp.100.000 s/d 110.000/siswa kalau 315 Siswa di X Rp.100.000,maka jumlah SPP yang di terima pihak sekolah dari siswa perbulannya sebesar Rp.31,500.000 kalau di X 12 bulan maka jumlahnya:Rp.378,000.000/tahun, dana bantuan operasional sekolah (BOS) regular di tambah dengan uang SPP dari siswa per Tahun Totalnya mencapai sebesar Rp.913.500.000.(sembilan ratus tiga belas juta lima ratus ribu rupiah) jumlah yang sangat Pantastis di terima pihak sekolah SMK tersebut, Namun penggunaannya diduga tidak jelas, mungkin saja LPJnya bisa sesuai Juknis namun tidak tertutup kemungkinan dugaan Mark Up dalam kuitansi pengeluaran pembelanjaan dapat terjadi, cetus warga tersebut,
dan ironisnya ada informasi Kasek SMK Persiapan Padang Tualang yang berinisial E.S,pada bulan Pebruari yang lalu pernah di audit oleh Pengawas umum dari yayasan sekolah Terhadap Pembukuan Pemasukan dan Pengeluaran kas sekolah ,saat itu pihak Auditor internal tersebut menemukan kebocoran Kas Anggaran dana BOS mencapai Rp.337 juta Namun kasek E,S yang bertanggung jawab tentang Pengelolaan dana BOS dan Dana SPP tersebut tidak mengakui yang di akui kasek ES Cuma 120 juta itupun di bayar hanya Rp.45 juta,sisanya sampai saat ini belum tertutupi oleh kasek E,S,ujar sumber tersebut,
Namun aneh lanjutnya,walau dugaan Aroma korupsi yang sudah menyebar kemana mana itu,mantan Kasek E.S yang sudah 2 bulan tidak menjabat karena di desak mengundurkan diri malah kembali di tugaskan oleh pihak yayasan sebagai kepsek SMK persiapan menggantikan PLH kasek yang baru 2 bulan menjabat”Konon katanya atas permintaan siswa/i dan dewan Guru.serta adanya tuntutan dari demo siswa/i apakah ini benar murni? Atau ada unsur cipta kondisi untuk memuluskan proses pergantian dari kasek PLH yang baru ke mantan kasek SMK yang lama?”ujar sumber
Untuk itu mereka mengharapakan kepada ketua yayasan Haji Kasun Persada Padang Tualang selaku pihak pendiri yayasan segera mengevaluasi ulang terhadap pengangkatan Kasek E.S demi kemajuan Yayasan dan untuk meningkatkan sumber daya manusia dan mencerdaskan kehidupan anak bangsa.khususnya di SMK Persada.
Menanggapi adanya temuan ini,waketum DPN LPK pusat, Nurman Ginting,SE selaku Aktivis lembaga Pemberantasan Korupsi , meminta Pihak Yayasan untuk mengevaluasi kinerja kepala sekolah yang berinisial E,S yang diduga tidak Transparan dalam Mengelola dana BOS “Dana BOS sudah diatur dalam juknis dan juklak,Ke mana saja dana BOS yang diterima sekolah selama ini?”ujar Norman
Dan Ia berharap Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan pemeriksaan terhadap kepala sekolah SMK Persiapan Padang Tualang .
Pengirim berita Arifin




