Manado — kpksigap com, Kamis, 09 Oktober 2025.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar secara intensif dengan total 647 jam pelajaran menggunakan metode blended learning.
Menurut Gubernur Yulius, model pelatihan yang menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka ini merupakan langkah progresif dalam membentuk aparatur yang tangguh, modern, dan berkarakter pelayanan publik.
“Latsar ini bukan sekadar rutinitas pelatihan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun aparatur yang adaptif, inovatif, dan memiliki semangat perubahan. ASN masa kini tidak boleh lagi terjebak dalam rutinitas administratif semata,” tegas Gubernur Yulius dalam sambutannya.
Ia menambahkan, dunia birokrasi kini tengah bergerak menuju sistem pemerintahan digital yang menuntut kecepatan, efisiensi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Karena itu, aparatur dituntut untuk memiliki kompetensi teknologi, etika pelayanan publik yang tinggi, serta integritas yang tak tergoyahkan.
“Kita tidak lagi berbicara tentang siapa yang paling lama bekerja, tetapi siapa yang paling mampu memberikan solusi nyata bagi rakyat,” ujar Gubernur menekankan.
Pelaksanaan Latsar kali ini juga menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mewujudkan reformasi birokrasi berbasis kinerja dan hasil nyata, bukan sekadar formalitas pelatihan.
Dengan pola pembelajaran intensif yang menyeimbangkan teori, praktik, dan penguatan nilai dasar ASN, diharapkan seluruh peserta Latsar mampu menjadi agen perubahan yang membawa semangat profesionalisme di setiap unit kerja.
“Kita ingin ASN Sulut dikenal bukan hanya cakap secara administratif, tetapi juga unggul dalam etika, pelayanan, dan inovasi,” tutup Gubernur Yulius penuh optimisme..(oby)
Gubernur Yulius Selvanus Apresiasi Latsar ASN: Dorong Aparatur Adaptif, Inovatif, dan Bebas dari Rutinitas Birokrasi Lama




