Blitar | Kpksigap.com — Seorang pelajar di Kabupaten Blitar dilaporkan menjadi korban dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh teman sekolahnya sendiri. Kasus ini kini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Blitar dan telah masuk tahap penyidikan.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (18/9/2025) sekitar pukul 09.30 WIB di lingkungan SMK Negeri 1 Kademangan, Kabupaten Blitar. Korban berinisial DNA (16), warga Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, diduga dianiaya oleh pelajar lain berinisial MAF (17), warga Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.
Kasubsi PIDM Sihumas Polres Blitar, IPDA Putut Siswahyudi, membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur tersebut. “Kasus saat ini dalam tahap penyidikan, sejumlah saksi telah diperiksa,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025).
Menurut laporan yang diterima polisi, kejadian bermula saat korban tengah duduk di teras depan kelas praktik sambil bermain ponsel. Tanpa diduga, MAF datang dan mendorong tubuh korban dari depan. Pelaku kemudian menegur korban sambil berkata, “Nyapo nyawang-nyawang” (kenapa lihat-lihat), lalu mengangkat kaki kanan korban dan memukul wajahnya dengan tangan kanan hingga mengenai bawah mata kanan dan hidung korban.
Akibat pukulan itu, hidung korban mengeluarkan darah dan bagian bawah matanya mengalami luka retak. Korban sempat dirawat di Puskesmas Kademangan, lalu dirujuk ke RS Aminah Kota Blitar untuk perawatan lanjutan.
Setelah kejadian, pihak sekolah sempat memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak. Korban disebut telah memaafkan pelaku, namun belum ada kesepakatan terkait biaya pengobatan. “Pihak pelaku sempat memberikan uang Rp1,4 juta, sementara dari pihak sekolah Rp900 ribu,” terang IPDA Putut.
Namun, orang tua korban mengaku tidak puas dengan hasil mediasi tersebut karena merasa pelaku dan keluarganya tidak menunjukkan tanggung jawab penuh. Akhirnya, pada Sabtu (27/9/2025) pukul 13.00 WIB, ayah korban resmi melaporkan peristiwa itu ke Polres Blitar.
Polisi telah memeriksa lima saksi, termasuk korban, orang tuanya, serta beberapa rekan sekolah yang berada di lokasi kejadian.
Kasus ini kini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Redaksi | Pramono




