PETI di Depan Polsek Bisu yang Menggelegar

Bengkayang,kpksigap.com – Kalbar Di Bengkayang, hukum tampaknya sedang duduk tenang.

mungkin sambil menyeruput kopi menonton pertunjukan besar berjudul “PETI Merajalela, Rakyat Menjerit”. Di panggung utama, sang aktor utama berinisial MN tampil percaya diri. Ia menggali emas dari perut bumi tanpa izin, tanpa rasa takut, dan yang lebih parah: tanpa hambatan.

Nama MN bukan sekadar desas-desus. Ia disebut-sebut sebagai “raja kecil” tambang emas ilegal. Lokasi operasinya? Jangan salah, hanya berjarak beberapa langkah dari kantor penegak hukum. Ironisnya, semakin dekat ke aparat, semakin jauh dari jerat. Apakah kita sedang menyaksikan drama komedi hukum yang terlalu absurd.

Tim media kami menyusuri jejak dompeng dan aliran solar yang masuk ke lokasi. Di belakang SMPN 1 Bengkayang, kami melihat pemandangan yang seharusnya membuat siapa pun gelisah .

kecuali mereka yang sudah terlalu nyaman dengan pembiaran. Warga sekitar menyebut, omset harian tembus puluhan juta. Alam rusak, uang mengalir. Siapa sebenarnya yang sedang berpesta.

Anehnya, suara alat berat jauh lebih nyaring daripada suara hukum. UU Nomor 3 Tahun 2020 hanya menjadi pajangan. Pasal demi pasal yang seharusnya melindungi tanah air ini, justru kalah oleh gemerincing rupiah. Apa gunanya ancaman lima tahun penjara dan denda seratus miliar, jika tak ada keberanian untuk menegakkan.

Publik pun mulai lelah. Mereka bosan membaca janji-janji tanpa eksekusi. Nama-nama besar diumbar dalam rapat, tapi tidak dalam laporan penindakan. Rakyat mencium aroma kuat dari sebuah pembiaran sistematis. Kalau tak mau disebut kolusi, setidaknya berikan bukti ada nyali.

Di atas tanah yang bolong dan hutan yang gundul, MN terus menari. Bukan karena ia hebat, tapi karena hukum sedang sakit. Bahkan mungkin, sedang berkompromi. Apakah ini wajah sebenarnya dari keadilan lokal.

Kami menulis ini bukan untuk membuat gaduh. Tapi jika yang merusak lingkungan bisa beroperasi lebih dari empat bulan di depan mata aparat, lalu siapa yang sebenarnya sedang melanggar? Pelaku tambang ilegal, atau sistem yang membiarkan mereka hidup.

Jika hukum terus diam, maka jangan salahkan rakyat jika suatu hari mereka berhenti berharap pada hukum. Sebab keadilan yang terlalu sering tidur, bisa membuat rakyat memilih untuk membangunkannya  dengan cara mereka sendiri.

Editor : Rahmad Maulana

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *