KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
BANYUWANGI — Peristiwa naas menimpa rombongan pemancing di kawasan pesisir selatan Kabupaten Banyuwangi. Dua dari empat warga yang dilaporkan hilang saat memancing di area Pantai Grajagan kini telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di perairan Pantai Pancer, Kecamatan Pesanggaran. Sementara itu, tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap dua korban lainnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula saat rombongan yang terdiri dari empat orang tersebut mendatangi kawasan Pantai Grajagan pada malam hari untuk memancing. Sebelum memulai aktivitasnya, para korban sempat menitipkan kendaraan roda dua mereka di salah satu warung warga setempat selepas waktu Isya.
Namun, kecurigaan warga mulai muncul saat memasuki waktu Subuh. Kendaraan korban masih terparkir di warung, sementara di area perairan terlihat objek yang mengambang dan diduga kuat merupakan bagian dari perlengkapan atau tubuh korban.
Identitas Korban dan Proses Evakuasi
Petugas gabungan dari Satpolairud, Bhabinkamtibmas, serta relawan yang menerima laporan segera menuju lokasi kejadian dan mengoordinasikan proses evakuasi. Dari hasil penyisiran awal di sekitar perairan Pantai Pancer, petugas berhasil mengevakuasi dua jasad laki-laki.
Hasil identifikasi sementara menunjukkan bahwa kedua jasad korban yang telah ditemukan masing-masing berdomisili di wilayah Kecamatan Tegaldlimo dan Desa Sraten, Kecamatan Cluring.
“Dua korban telah berhasil dievaluasi dari perairan Pantai Pancer dan dikonfirmasi berdomisili dari kawasan Tegaldlimo dan Sraten. Jenazah saat ini ditangani oleh tim medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” terang salah seorang petugas dalam keterangan tertulisnya.
Operasi Pencarian Dilanjutkan
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih menyisir perairan sekitar Pantai Grajagan hingga Pantai Pancer guna menemukan keberadaan dua pemancing lain yang hingga kini belum diketahui nasibnya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat serta para nelayan lokal untuk terus waspada terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut, serta segera melaporkan ke pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban yang masih hilang. Sumber berita: (Red Kurnia)



