Ratatotok, Minahasa Tenggara, kpksigap.com, Senin, 20 Oktober 2025.
Pengusaha muda asal Ratatotok, Inal Supit, angkat bicara menanggapi beredarnya sejumlah pemberitaan miring yang menyeret namanya bersama rekannya, Maya, di berbagai media massa.
Dalam keterangannya, Inal Supit menyampaikan bahwa dirinya merasa terpukul dengan munculnya berbagai tudingan yang dinilai tidak berimbang. Namun demikian, ia memilih untuk menyikapi hal tersebut dengan kepala dingin dan penuh kebijaksanaan.
“Sakit rasanya hati saya ketika membaca berita-berita miring itu. Tapi saya tetap menghormati rekan-rekan wartawan. Bahkan saya sempat bertanya kepada beberapa jurnalis, kenapa saya yang menjadi sorotan? Dan mereka menjawab dengan jujur — karena hanya saya yang mereka kenal,” ujar Inal dengan nada tenang.
Alih-alih menyimpan rasa kecewa, Inal justru menunjukkan kedewasaan dalam berkomunikasi dengan insan pers. Ia menegaskan bahwa wartawan bukanlah lawan, melainkan mitra strategis dalam membangun transparansi dan keseimbangan informasi publik.
“Saya tidak menyimpan dendam kepada siapapun. Saya percaya, teman-teman wartawan adalah mitra kerja saya. Saya justru ingin memperkuat hubungan baik ini. Bila ada sikap atau ucapan saya yang pernah menyinggung, baik sengaja maupun tidak, saya mohon maaf dengan tulus,” imbuhnya.
Pernyataan terbuka yang penuh keikhlasan ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk kalangan aktivis dan tokoh masyarakat Sulawesi Utara. Salah satunya datang dari Yuni Wahyuni Srikandi, seorang aktivis perempuan yang dikenal vokal dalam isu sosial dan kemitraan publik.
“Saya sangat mengapresiasi sikap Bung Inal. Tidak banyak pengusaha yang mampu bersikap sebijak itu ketika menjadi sorotan media. Beliau menunjukkan kedewasaan, kerendahan hati, dan semangat kemitraan yang patut dicontoh,” ungkap Yuni Wahyuni.
Ia juga menambahkan bahwa hubungan harmonis antara pengusaha dan media merupakan kunci penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat serta membangun kepercayaan publik di daerah.
Dengan sikap terbuka dan jiwa besar yang ditunjukkan, Inal Supit dinilai berhasil memberikan contoh positif tentang bagaimana seorang tokoh publik seharusnya berinteraksi dengan media. Di tengah derasnya arus informasi, langkahnya menjadi cerminan bahwa dialog dan kemitraan jauh lebih berharga daripada konfrontasi.
Harapan saya sederhana,” tutup Inal, “semoga ke depan hubungan antara kami dan insan pers semakin baik, saling mendukung, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Amin.”. . (Oby)




