UJUNG BATU,kpksigap.com – Melepas jabatan itu gampang. Yang berat itu melepas orang. Melepas tawa. Melepas obrolan tengah malam. Melepas rasa aman karena ada beliau di barisan.
Senin siang, kantor LBH Rokan Darussalam kedatangan tamu yang nggak biasa. Kompol Jusuf Purba. Nama yang selama ini kami sebut “Kapolsek Ujung Batu”. Tapi hari itu beliau datang bukan sebagai Kapolsek. Beliau datang sebagai saudara yang mau pamit.
Nggak bawa berkas. Nggak bawa agenda rapat. Yang beliau bawa cuma salaman hangat, cerita panjang, dan senyum yang ditahan biar nggak kelihatan perih.
Selama bertugas di Ujung Batu, Kompol Purba ngajarin satu hal ke LBH Rodas: polisi bisa jadi tameng, tapi juga bisa jadi teman.
Beliau turun ke lapangan bareng kami. Beladain warga kecil bareng kami. Begadang ngurai masalah bareng kami. Ngopi di pos ronda, bahas pasal, ketawa bareng.
Nggak ada jarak. Nggak ada sekat “aparat vs LBH”. Yang ada cuma satu: sama-sama jagain rakyat. itu sebabnya Ketua LBH Rodas, Indra Ramos, nggak bisa diem.
“Terima kasih Komandan Purba. Terima kasih udah jadi Kapolsek yang telinganya mau denger keluh rakyat kecil. Terima kasih udah jadi kawan diskusi LBH Rodas sampai kopi ketiga dingin. Kerja sama kita bukan kontrak. Itu persaudaraan.” Ucap Indra Ramos. Rabu (24/6/2026)
Kalimat itu nggak dibuat-buat. Itu saksi bisu dari setiap kasus yang selesai karena komunikasi, bukan konflik.
Sekarang amanah baru menunggu. Kursi baru. Tanggung jawab baru. Medan baru yang pasti lebih menantang, tapi pesan LBH Rodas cuma satu buat Komandan: jangan tinggalkan Ujung Batu di hati.
Jangan lupa suara ibu-ibu yang curhat di kantor. Jangan lupa obrolan kita di teras sambil hujan. Jangan lupa cara kita ketawa setelah beresin masalah warga yang rumit.Karena seragam bisa dilepas. Jabatan bisa diganti. Tapi saudara? Saudara nggak ada pensiunnya Komandan.
Selamat jalan Kompol Jusuf Purba, semoga tempat baru jadi panggung yang lebih luas. Semoga amanah baru jadi tangga, bukan beban. Semoga nama baik yang melekat di Ujung Batu, ikut terbang ke mana pun Komandan melangkah.
LBH Rodas titip doa, sehat selalu, Kuat selalu. Terus jadi polisi yang rakyatnya kangen, bukan takut.
Dan ingat Komandan… pintu LBH Rodas nggak pernah dikunci. Kapan pun rindu Ujung Batu datang, kopi panas, gorengan, dan kursi di teras udah standby.Perpisahan ini bukan titik. Ini koma. Karena kita nggak bilang,selamat tinggal. Kita bilang “sampai ketemu lagi, Saudaraku.”(Das)*



