UPTD SPF SMP negeri 1 Singkil mengadakan sosialisasi tentang pembelajaran mendalam kepada Seluruh para Guru-guru nya

UPTD SPF SMP negeri 1 Singkil mengadakan sosialisasi tentang pembelajaran mendalam kepada Seluruh para Guru-guru nya.

Aceh Singkil – KPKsigap.com, Dunia pendidikan Indonesia tengah ramai dengan istilah baru bernama deep learning atau pembelajaran mendalam. Istilah ini muncul seiring dengan peluncuran Kurikulum Merdeka yang menekankan pada diferensiasi pembelajaran.
Namun, apa sebenarnya deep learning itu dan bagaimana dampaknya bagi dunia pendidikan? UPTD SPF SMP negeri 1 Singkil mengadakan sosialisasi tentang pengenalan deep learning atau pembelajaran mendalam yang di laksanakan di sekolah dan di ikuti oleh seluruh guru yang ada di sekolah ini. Sabtu, 2 Agustus 2025.
Acara ini menghadirkan dua narasumber, yakni pengawas pendidikan Dasar Alfyan, S.Pd.,S.H.,M.Pd.dan kepala sekolah SMPN 1 Singkil Lizamuddin, M.Pd

Menurut Alfyan Pembelajaran mendalam (deep learning) adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman konsep secara mendalam, bukan hanya hafalan permukaan. Tujuannya adalah agar siswa mampu memahami, menghubungkan, dan menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks kehidupan nyata. Pendekatan ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, menggali informasi, dan menghubungkan apa yang mereka pelajari dengan pengalaman sehari-hari.”ujarnya
“Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu”.Tambahnya
Kemudian lizamuddin sebagai kepala sekolah juga sebagai pemateri kedua mengaskan bahwa tujuan utama deep learning adalah untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia dengan keterampilan abad ke-21. “Ini bukan hanya tentang menghafal fakta, tetapi tentang mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi,” ungkapnya.
Selain itu, keterbatasan sumber daya dan infrastruktur di beberapa sekolah, terutama di daerah terpencil, juga menjadi hambatan. Peran kepala sekolah dan pengawas pendidikan juga sangat penting dalam mendukung guru dalam mengimplementasikan deep learning.
“Guru adalah garda terdepan dalam implementasi kurikulum. Oleh karena itu, kepala sekolah dan pengawas harus memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk pelatihan maupun pendampingan,” ucapnya.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Alfian dan lizamuddin optimis bahwa deep learning dapat membawa perubahan positif bagi pendidikan Indonesia. Dengan persiapan yang matang, dukungan dari semua pihak, serta komitmen untuk terus belajar dan beradaptasi, deep learning diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, relevan, dan menyenangkan bagi siswa.

KPK sigap red
Editor mursyidi
Reporter sutan Ilyas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *