Tergiur Lowongan Menjadi Tukang Masak di Dapur MBG, Emak-Emak di Genteng Banyuwangi Berburu SKCK

KPK SIGAP INVESTIGASI
JATIM BANYUWANGI

Pemandangan tak biasa terlihat di ruang pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) Polsek Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur, Puluhan emak-emak berdatangan untuk mengurus persyaratan melamar kerja, Selasa (11/3/2025).

Emak-emak yang datang ke kantor polisi itu, ternyata sudah ramai sejak akhir Februari lalu. Setiap harinya, rata-rata yang datang ada 10 orang, Mereka mencari SKCK untuk melamar kerja di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), “Dari catatan saya, sudah mulai akhir Februari ada kenaikan ini,” ujar petugas pengurusan SKCK Polsek Genteng,” ujar Eko Widodo.

Menurut Eko, jumlah pencari SKCK dengan rata-rata 10 orang per harinya itu, naik dibanding hari-hari biasanya. Di hari biasa, setiap hari hanya ada satu atau dua orang yang mengurus SKCK di Polsek Genteng, “Kadang tidak ada sama sekali, kalau pas ada ya tidak sampai lebih lima orang yang mengurus,” tuturnya.

Saat ada lonjakan itu, Eko mengaku sempat heran. Sambil melayani masyarakat yang mengurus SKCK, ia sering bertanya akan digunakan melamar pekerjaan di mana suratnya itu, “Sebagian besar akan digunakan untuk melamar kerja di dapur umum MBG (Makan Bergizi Gratis). Biasanya yang mencari SKCK itu anak baru lulus sekolah atau kuliah, ini kebanyakan sudah ibu-ibu,” tuturnya.

Eko menyampaikan, banyak masyarakat yang datang dengan persyaratan kurang lengkap. Padahal sosialisasi ke Pemerintah Desa (Pemdes) se Kecamatan Genteng sudah sering dilakukan, “Banyak yang masih kurang lengkap, terpaksa balik dulu untuk melengkapi, terus datang ke sini lagi,” ujarnya.

Salah satu warga yang datang mengurus SKCK, Suminah, 47, asal Dusun Kopen, Desa, Genteng Kulon, Kecamatan Genteng mengaku baru pertama kali mengurus surat tersebut.

Surat ini akan digunakan melamar kerja di SPPG dekat rumahnya, “Dekat rumah saya di Jalan Kawi ada lowongan untuk kerja di dapur MBG, saya dikasih tahu Pak Wo (kepala dusun). Makanya ini mengurus SKCK,” kata ibu rumah tangga itu.

Warga lain, Mira Maulida, 35, asal Dusun Wadung Dolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng mengaku tertarik bekerja di SPPG karena bisa untuk tambahan pemasukan keluarganya.

Ia mengaku tak menyangka bertemu calon pendaftar lain saat mengurus SKCK di polsek, “Sudah ketemu lima orang yang mau daftar ke lowongan yang sama. Semoga saja ada rezeki,” harapnya.ungkap:(Kurnia/Tim Media Investigasi Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *