KPKSigap.com, Bekasi // Ratusan siswa-siswi SMAN 9 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah, Selasa (3/6/2025). Dalam orasinya, para siswa-siswi mendesak transparansi pihak Kepala Satuan Pendidikan (Kasadik) SMAN 9 dan menolak keras praktik pungutan liar berkedok sumbangan.
Para siswa-siswi tersebut menyoroti praktik dugaan pungutan liar berkedok sumbangan seperti pembangunan gedung sekolah, penyalahgunaan tanda tangan, pengadaan makanan fiktif, pungutan pembelian alat pendingin ruangan mushola, hingga soal fasilitas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Sementara itu, salah satu siswa R (17), dalam keterangannya kepada awak media mengatakan dimintai sumbangan pembangunan gedung sekolah dan pengadaan peralatan pendingin ruangan mushola sebesar Rp20.000 per hari setiap kelas. Siswa tersebut mengaku sudah membayar sumbangan pembangunan Rp500.000 setiap tahunnya.
“Orangtua saya sudah bayar uang pembangunan gedung sekolah Rp500.000 setiap tahun. Sampai sekarang masih begini-begini saja, katanya untuk pembangunan gedung,” ungkap salah satu siswa yang identitasnya dirahasiakan.
Lebih lanjut, siswa kelas XI, mengaku telah dipungut sejumlah uang berkedok biaya akademik dan nonakademik yang jumlahnya mencapai ratusan ribu rupiah per siswa sejak beberapa tahun terakhir.
“Kami siswa-siswi diminta tanda tangan daftar penerima makanan tetapi dari awal tahun hingga sekarang, kami tidak pernah merasa dapat makanan dari sekolah,” ungkap salah satu siswa SMAN 9 Tambun Selatan.
Hal yang yang menambah kecurigaan terhadap transparansi pengelolaan kegiatan di satuan pendidikan SMAN 9, walaupun siswa-siswi sudah menandatangani daftar penerima makanan, para siswa-siswi mengaku tidak pernah mendapat makanan.
Para siswa-siswi mencurigai gelagat pihak sekolah meminta tanda tangan, sebab kegiatan buka puasa bersama Ramadhan, kegiatan pesantren kilat, dan kegiatan perlombaan sudah dilaksanakan jauh sebelumnya.
Diketahui, beberapa pekan terakhir, siswa-siswi SMAN 9 Tambun Selatan diminta tanda tangan. Puncaknya, siswa-siswi meminta klarifikasi dari pihak sekolah mengenai program bantuan makanan ringan dari pemerintah. Adapun aksi demo siswa-siswi dibubarkan setelah pihak sekolah berjanji memberikan penjelasan ke seluruh siswa-siswi dan orang tua siswa.
Sementara itu, pihak satuan pendidikan melalui Humas SMAN 9 mengakui meminta sumbangan pembangunan sekolah, namun pembantah terkait tuduhan dugaan praktik pungutan liar dan penyelewengan anggaran yang dituduhkan para siswa-siswi tersebut. Pihak sekolah menganggap hal itu hanya miskomunikasi.
“Benar, ada sumbangan akademik dan nonakademik, namun sumbangan itu sifatnya tidak wajib. Besaran dan waktu sumbangan tidak dibatasi. Sumbangan itu juga atas kesepakatan dan kemampuan dari orang tua siswa,” ucap Sahri Ramadhan.
Menyoal sorotan siswa-siswi terhadap tanda tangan daftar makanan, Sahri menyatakan, tata usaha sekolah meminta tanda tangan dari siswa-siswi, untuk keperluan memperbaiki Surat Pertanggungjawaban (SPJ) kegiatan buka bersama Ramadhan 2025. Dia menegaskan, bahwa para siswa-siswi yang hadir dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut sudah menerima makanan dari panitia.
“Itu hanya miskomunikasi saja, sehingga siswa-siswi merasa permintaan tanda tangan akhir-akhir ini tidak sesuai fakta. Kami tidak tahu dari mana sumber persoalan itu muncul. Realisasi pelaksanaan dan dokumen kegiatan buka bersama, semua ada,” pungkas Sahri.
Lebih lanjut, Humas SMAN 9 menyatakan, ke depannya akan melakukan evaluasi perihal anggaran kegiatan sekolah dan uang sumbangan dari siswa-siswi tersebut. Persoalan pungutan sumbangan menjadi pembelajaran untuk satuan pendidikan SMAN 9 Tambun Selatan.
Minas, kpksigap.com – Di Temukan bendera merah putih yang berkibar di Depan Kantor lurah Minas Jaya, kabupaten Siak kecamatan Minas Riau, 4-Agustus-2025. hal tersebut […]
Paskibra Bulukumba Dikukuhkan, Siap Kibarkan Bendera di HUT RI 80 Bulukumba,-Kpksigap com Seperti tahun-tahun sebelumnya, anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Kabupaten Bulukumba dikukuhkan sebelum […]
Manado, kpksigap.com, Kamis, 18 September 2025. Provinsi Sulawesi Utara menggelar Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2025 di Lapangan PT Angkasa Pura I, Bandara […]