Satu Dekade Mendatang Dimulai dari Sini: Dandim Banyuwangi Gembleng Karakter Pratar Akmil di Garis Teritorial

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI – Markas Kodim 0825/Banyuwangi mendadak penuh aura kedisiplinan yang kental pada Senin (29/12/2025). Bukan karena latihan tempur, melainkan karena kehadiran para Prajurit Taruna (Pratar) Akademi Militer yang sedang meniti langkah awal mereka menuju korps perwira.

 

Alih-alih sekadar kunjungan formal, pertemuan ini menjadi momen krusial bagi para calon pemimpin TNI AD untuk “menyentuh bumi” dan memahami akar kekuatan militer Indonesia: Rakyat.

 

Dandim 0825/Banyuwangi, Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., menyambut langsung para juniornya tersebut. Dalam sesi diskusi yang hangat namun tegas, Letkol Tryadi menekankan bahwa menjadi perwira tidak melulu soal strategi di atas kertas, melainkan soal kemanunggalan di lapangan.

 

Ia memaparkan bagaimana Kodim berfungsi sebagai urat nadi pertahanan wilayah yang bersentuhan langsung dengan dinamika sosial di Banyuwangi. Para Pratar diajak melihat bagaimana sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci stabilitas wilayah.

 

“Kalian adalah calon pemegang tongkat komando. Namun ingat, kekuatan sejati kalian bukan pada pangkat, melainkan pada seberapa besar kalian dicintai dan mencintai rakyat,” tegas Letkol Arm Tryadi saat memberikan arahan.

 

Alur pembekalan kali ini menitikberatkan pada tiga pilar utama: Kemampuan Tempur: Sebagai dasar prajurit, Kepekaan Sosial: Kemampuan membaca situasi dan kebutuhan masyarakat. Integritas Moral: Benteng utama dalam menjaga kehormatan seragam.

 

Letkol Tryadi mengingatkan bahwa Kodim adalah “laboratorium kepemimpinan” yang sesungguhnya. Di sini, para Pratar belajar bahwa loyalitas tidak hanya diberikan kepada atasan, tetapi juga kepada pengabdian tanpa batas untuk keutuhan NKRI.

 

Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan fasilitas makodim dan dialog interaktif. Suasana akrab yang terbangun menunjukkan sisi humanis dari proses kaderisasi TNI AD yang tetap menjunjung tinggi profesionalisme.

 

Melalui pembekalan ini, para Pratar diharapkan membawa pulang perspektif baru: bahwa menjadi ksatria dimulai dengan memahami denyut nadi bangsa di satuan teritorial sebelum akhirnya mereka ditempa lebih keras di lembah Tidar. Sumber berita: (Red Kurnia Tim Media Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *