Perkuat Hilirisasi, Khofifah Lepas Ekspor Ikan Kaleng PHI dan Resmikan Pabrik Kemasan di Banyuwangi

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI – Industri pengolahan ikan di Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan taji dan daya saing yang kuat di pasar internasional. PT Pasifik Harvest Indonesia (PHI) kembali melepas ekspor produk ikan kaleng ke berbagai negara. Momentum ini sekaligus menandai penguatan industri hilir perikanan nasional melalui kehadiran pabrik kemasan kaleng lokal yang selama ini masih bergantung pada komoditas impor.

 

Pelepasan ekspor komoditas bernilai tambah tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di kompleks pabrik PHI, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, pada Kamis (3/7/2026).

 

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), di antaranya Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Banyuwangi, Kapolresta Banyuwangi, Dandim 0825 Banyuwangi, dan Danlanal Banyuwangi. Hadir pula Kapolsek Muncar, Danramil 0825/17 Muncar, Camat Muncar, beserta para pelaku usaha dan mitra strategis perusahaan.

 

Rambah Pasar Eropa hingga Afrika

Dalam pengiriman kali ini, PHI mengekspor produk ikan kaleng ke sejumlah negara yang tersebar di kawasan Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Asia. Beberapa negara tujuan utama di antaranya adalah Tanzania, Uni Emirat Arab (UEA), Albania, Lebanon, dan Kamboja.

 

Secara perinci, pengiriman logistik global ini meliputi:

 

6 kontainer penuh (full container load/FCL) ke Tanzania.

 

2 FCL ke Uni Emirat Arab (UEA).

 

1 FCL ke Albania.

 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa perluasan jangkauan pasar ekspor ini merupakan sinyalemen positif bagi pertumbuhan industri pengolahan hasil perikanan di wilayahnya. Menurut Khofifah, melonjaknya permintaan dari pasar global secara otomatis akan mendongkrak volume produksi, yang kemudian membawa dampak domino bagi perekonomian masyarakat bawah.

 

“Semakin luas pasar ekspor, semakin besar peluang peningkatan produksi. Dampaknya bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi nelayan, pekerja, hingga pelaku usaha yang menjadi bagian dari rantai pasok industri perikanan,” ujar Khofifah dalam sambutannya di Muncar, Kamis (3/7).

 

Khofifah menambahkan, Jawa Timur merupakan salah satu lumbung perikanan nasional yang memiliki potensi besar. Karena itu, penguatan sektor hilir mutlak diperlukan agar hasil laut tidak sekadar dijual dalam bentuk bahan baku mentah, melainkan memiliki nilai tambah (value-added) yang tinggi melalui proses pengolahan modern.

 

Substitusi Impor Lewat Pabrik Kemasan Baru

 

Bersamaan dengan agenda ekspor tersebut, Khofifah juga meresmikan operasional PT Sunrise Pasami International. Perusahaan manufaktur baru ini bergerak di bidang industri kemasan kaleng.

Kehadiran pabrik kemasan lokal ini dinilai sangat strategis karena mampu memangkas ketergantungan industri makanan domestik terhadap kaleng impor.

 

“Selama ini mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa produk-produk kaleng, termasuk kemasan sarden, masih banyak yang harus diimpor. Kini industri yang memproduksi kemasan tersebut sudah beroperasi di Banyuwangi. Ini menjadi harapan baru sekaligus kabar baik bagi kita semua,” kata Gubernur Jatim tersebut.

 

Investasi baru ini diharapkan tidak sekadar menciptakan lapangan kerja baru dan memicu pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memperkokoh program substitusi impor yang tengah digalakkan pemerintah.

 

Khofifah menilai, integrasi antara industri pengolahan ikan dan pabrik kemasan ini sangat selaras dengan konsep hilirisasi “Petik, Olah, Kemas, Jual”. Strategi ini diyakini mampu mendongkrak daya saing industri nasional di tengah volatilitas ekonomi global.

 

Dampak Positif bagi Nelayan Lokal

Di sisi lain, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik ekspansi pasar yang agresif dari PT Pasifik Harvest Indonesia. Ipuk menegaskan bahwa industri pengolahan ikan merupakan sektor ekonomi strategis di Banyuwangi yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal, sekaligus memberikan kepastian serapan pasar bagi hasil tangkapan para nelayan di kawasan Muncar dan sekitarnya.

 

“Ekspor yang terus meningkat akan menggerakkan ekonomi daerah. Harapannya, permintaan bahan baku ikut bertambah sehingga kesejahteraan nelayan, pelaku UMKM pendukung, dan masyarakat sekitar juga meningkat,” tutur Ipuk.

 

Sebagai salah satu sentra perikanan terbesar di Jawa Timur yang didukung oleh produktivitas tangkapan tinggi dan ekosistem manufaktur modern, Banyuwangi kini kian mantap memosisikan diri sebagai pemasok utama produk perikanan olahan untuk pasar internasional.

 

Kendati demikian, Khofifah mengingatkan manajemen perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan untuk tidak lengah. Ia menekankan bahwa keberhasilan menembus pasar global harus dibarengi dengan konsistensi menjaga mutu produk.

 

“Persaingan di pasar global sangat ketat. Karena itu kualitas harus menjadi prioritas. Jika standar terus dijaga dan kolaborasi diperkuat, saya optimistis produk perikanan Jawa Timur akan semakin dipercaya dunia,” pungkas Khofifah. Sumber berita: (Red Kurnia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *