Tangis Haru Warnai Pelepasan Residen LRPPN BI Banyuwangi, Momentum Bangun Harapan Baru

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI – Lembaga Rehabilitasi Pencegahan dan Pemberdayaan Narkoba (LRPPN) Bhakti Indonesia Banyuwangi menggelar acara pelepasan salah satu residen yang telah menyelesaikan masa rehabilitasinya, Dista Aditiya Pratama, pada Jumat (03/07/2026).

 

Prosesi pelepasan yang berlangsung di lingkungan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) LRPPN BI Banyuwangi tersebut berjalan dengan khidmat dan diwarnai suasana haru.

 

Acara penting ini dihadiri langsung oleh Ketua IPWL LRPPN BI Banyuwangi, Mohammad Hiksan, MM, beserta segenap staf dan Sumber Daya Manusia (SDM) lembaga.

 

Hadir pula perwakilan dari sejumlah instansi terkait, di antaranya perwakilan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi, Kanit Satresnarkoba Polresta Banyuwangi, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyuwangi, serta perwakilan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyuwangi.

 

Kehadiran pihak keluarga besar Dista Aditiya Pratama turut melengkapi momen transisi penting ini.

 

Menjaga Komitmen dan Tiga Pesan Penting

 

Rangkaian acara diawali secara resmi dengan pembukaan dan pembacaan basmalah, diikuti dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh hadirin guna menanamkan rasa nasionalisme serta syukur atas keberhasilan proses pemulihan.

 

Dalam sambutannya, Ketua IPWL LRPPN BI Banyuwangi, Mohammad Hiksan, MM, menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa bangga atas konsistensi serta tekad kuat yang ditunjukkan oleh Dista selama menjalani program rehabilitasi.

 

“Kami sangat mengapresiasi semangat dan komitmen Bro Dista dalam memulihkan diri. Namun, pascarehabilitasi ini, dukungan berkelanjutan dari pihak keluarga dan lingkungan sekitar menjadi faktor krusial untuk menjaga konsistensi pemulihan tersebut,” ujar Mohammad Hiksan.

 

Sejalan dengan hal tersebut, Kanit Narkoba Polresta Banyuwangi memberikan arahan strategis, baik kepada residen yang dilepas maupun mereka yang masih menjalani program di panti rehabilitasi.

 

Pihak kepolisian menekankan tiga poin utama yang wajib dijaga agar para mantan residen tidak kembali terjerumus ke dalam lingkaran penyalahgunaan narkotika yang berkonsekuensi hukum.

 

Menjaga nama baik keluarga: Menjadi garda moral utama dalam berperilaku di masyarakat.

Menjaga pertemanan: Bersikap selektif dalam memilih lingkungan sosial demi menghindari relapse (kambuh).

 

Menjaga diri sendiri: Membentengi diri dari tindakan-tindakan yang merugikan masa depan pribadi maupun orang lain.

 

Momen Haru Sungkeman dan Harapan Baru

 

Memasuki acara inti, suasana berubah menjadi penuh haru saat prosesi ceremonial pelepasan dilakukan. Dista Aditiya Pratama melakukan prosesi sungkeman kepada orang tua dan keluarganya.

 

Momen ini menjadi simbol permohonan maaf yang tulus sekaligus ungkapan terima kasih mendalam atas dukungan tanpa henti yang diberikan pihak keluarga selama masa-masa sulit rehabilitasi. Tangis haru dari keluarga dan para hadirin pecah, menandai lembaran baru kehidupan Dista yang bersih dari narkoba.

 

Setelah prosesi tersebut, Dista didampingi keluarganya menyampaikan pesan dan kesan mereka selama berada di bawah pembinaan LRPPN BI Banyuwangi. Ia mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada para pembimbing, konselor, staf, serta rekan sesama residen yang telah menguatkan langkahnya dalam menjemput kesembuhan.

 

Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, manajemen LRPPN BI Banyuwangi menyerahkan cinderamata kepada Dista, diiringi doa bersama yang dipimpin oleh pembimbing spiritual agar ia sukses dan istikamah di masa depan.

 

Acara kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. Momentum pelepasan ini menjadi bukti nyata bahwa program rehabilitasi bukan sekadar upaya pemulihan fisik dan mental dari ketergantungan zat adiktif, melainkan sebuah proses restorasi sosial untuk membangun kembali harapan, rasa percaya diri, serta merajut kembali hubungan yang harmonis dengan keluarga dan masyarakat luas. Sumber berita: (Red Kurnia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *