Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Peserta Didik Di Tahun Ajaran Baru 2025 – 2026 SMK Santo Thomas Maumere, Kabupaten Sikka, Propinsi Nusa Tenggara.
Sikka, KPK-SIGAP.COM
Senin, 14 Juli 2025 salah satu dari Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Sikka, SMK Santo Thomas Maumere, melaksanakan kegiatan bagi peserta siswa – siswi baru tahun ajaran 2025 – 2026 dengan melaksanakan di hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) diawali dengan apel pembuka di aulah terbuka SMK Santo Thomas Maumere.
Masa orientasi pengenalan lingkungan sekolah ini dilaksanakan selama 4 hari dan akan ditutup dengan misa bersama sebagai misa awal tahun pelajaran 2025 – 2026.
Jumlah Peserta Didik Baru di SMK Santo Thomas Maumere yang terdaftar di sekretariat 200 siswa – siswi baru. Sebagai sekolah swasta, Jumlah peserta didik baru ini sudah dianggap normal karena jumlah SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Sikka saat ini 21 dan jumlah SMA berstatus Negeri dan Swasta di Kabupaten Sikka 24.
Adapun Thema Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025 – 2026, “Sekolah Baru, Harapan Baru Untuk Menjadi Pelajar Yang Berkarakter”.
Magna Thema Sekolah Baru adalah sebuah gagasan konstruktif yang membawa harapan baru bagi para pelajar untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang berkarakter. Di tengah dinamika pendidikan modern, magna Thema hadir sebagai wadah yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademis, tetapi juga pada pembentukan nilai-nilai luhur dan kepribadian yang kuat.
Thema ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif, di mana setiap siswa didorong untuk menggali potensi dirinya secara maksimal.
Dengan kurikulum yang inovatif dan pendekatan pengajaran yang holistik, magna Thema bertekad melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Para pelajar dibekali dengan berbagai keterampilan termasuk kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Lebih dari itu, penekanan pada pendidikan karakter yang merupakan integrasi dalam setiap aspek pembelajaran, mulai dari kegiatan intrakurikuler hingga ekstrakurikuler. Ini termasuk pengenalan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, toleransi, dan semangat gotong royong.
Melalui Magna Thema Sekolah Baru, diharapkan setiap siswa dapat menemukan jati dirinya, mengembangkan potensi dirinya dan menjadi agen perubahan positif di masa depan. Ini adalah langkah maju menuju pendidikan yang lebih bermakna, mempersiapkan pelajar bukan hanya untuk sukses dalam karier, tetapi juga untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Apel Pembuka Masa Orientasi Pengenalan Lingkungan di Lembaga SMK Santo Thomas Maumere, dimulai pada Pkl. 08.30 dihadiri oleh Kepala SMK Santo Thomas Maumere Agustino Lameng, SH, Bapak Ibu guru serta Siswa Siswi Peserta Didik Kelas XI dan Kelas XII.
Ketua Panitia Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025 – 2026 Polikarpus Mastar Dumbaris S.Sos dalam arahannya, menyampaikan kepada peserta didik baru agar tertib, disiplin dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah, agar suasana lingkungan sekolah menjadi ramah lingkungan dan menyenangkan bagi semua warga belajar. Hal ini dikatakan Ketua Panitia MPLS Mastar Dumbaris dalam tujuan kegiatan MPLS antara lain:
1. Mengenali Potensi Diri Siswa Baru: Membantu siswa memahami minat, bakat, dan kemampuan diri mereka sendiri.
2. Membantu Siswa Baru Beradaptasi dengan Lingkungan Sekolah.
3. Mengenal fasilitas dan sarana prasarana sekolah (ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, kantin, toilet, area olahraga, dll.) sehingga siswa merasa nyaman dan tidak asing.
4. Mengenal program, visi, misi, dan tujuan sekolah.Mengenal cara belajar dan tata tertib sekolah.
5. Mengenal budaya dan nilai-nilai sekolah.
6. Mengenalkan Warga Sekolah:
7. Membangun interaksi positif antara siswa baru dengan sesama siswa baru, siswa senior, guru, dan tenaga kependidikan lainnya (staf administrasi, penjaga sekolah, dll.).
8. Menciptakan rasa kebersamaan, kekompakan, dan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah.
9. Menumbuhkan Perilaku Positif dan Membangun Karakter:
10. Mengembangkan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keberagaman dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat.
11. Menanamkan nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.
12. Membangun sikap toleransi dan kebhinekaan.
13. Mencegah dan membekali siswa tentang bahaya bullying serta membangun sikap inklusif.
14. Memperkenalkan berbagai kegiatan intrakurikuler (pelajaran), kokurikuler, dan ekstrakurikuler yang tersedia di sekolah, sehingga siswa dapat menemukan minat dan bakatnya.
15. Memberikan gambaran tentang metode pembelajaran yang akan dihadapi.
16. Mengurangi Kecemasan Siswa: Membantu siswa baru merasa lebih nyaman dan aman di lingkungan baru, terutama bagi mereka yang baru pertama kali jauh dari orang tua dalam waktu yang cukup lama.
Dalam kata sambutan Kepala SMK Santo Thomas Maumere menyampaikan bahwa secara keseluruhan, MPLS dirancang untuk memastikan setiap murid baru merasa aman, nyaman, dan termotivasi untuk belajar di lingkungan sekolah baru, serta mempersiapkan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih baik dan menjadi individu yang berkarakter. Ujar lanjutan Kepala SMK Santo Thomas Maumere, dalam nada yang sederhana bahwa kehadiran siswa – siswi baru di lembaga ini tidak lagi menggunakan seragam putih biru tetapi putih abu – abu.
Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sikka, Drs Silvester Saka, disapa Pa Silvester, menyampaikan penerapan nilai – nilai kebangsaan melalui cara hidup sehari – hari sebagai peserta didik di Lembaga Pendidikan ini maupun di rumah atau di mana saja berada. Nilai nilai yang terkandung di dalam pandangan hidup berbangsa dan bernegara ini menuntun kita sebagai rambu lalu lintas yang harus ditaati, dipedomani.
Selanjutnya Bapak Aloysius Cahyadi Berchmans, S.IP, PLT. Kabid Wasbang pada Kantor Kesbangpol Kabupaten Sikka, didampingi Ibu Ludgardis Ester, Ibu Benedikta Yuliana, SH menyampaikan materi, Wawasan Kebangsaan yang meliputi 4 konsensus bangsa, Bela Negara, Intoleran, Radikalisme dan Terorisme. Dengan waktu yang terbatas, Pa Cahya menggugah hati peserta agar ruang lingkup materi ini peserta didik baru memahami secara baik sebagai generasi bangsa dan negara.
Menyambung pemateri berikutnya, Bapak Viktor Nekur, SH bersama staf sebagai Advokat dan Lembaga Bantuan Hukum, menyampaikan aspek kekerasan kenakalan remaja dewasa ini dan perjudian on line yang semarak terjadi di negeri ini.
Situasi ini menurut Pa Viktor Nekur, SH usia remaja ini sangat rentang masuk dalam kondisi ini. Oleh karena itu Pa Viktor Nekur menghimbau agar membentengi diri dengan nilai – nilai iman pada ajaran agama yang dianutnya agar jangan tergoda dengan hasutan – hasutan yang merusak masa depan generasi bangsa.
KPK-SIGAP.COM, Sikka.
Editor mursyidi
Reporter, Stefanus T. Keban




