MANADO – kpksigap.com, Senin, 28 Juli 2025.
Basarnas Manado merilis pembaruan resmi terkait tragedi kebakaran kapal KM Barcelona V.A. dalam konferensi pers di Pelabuhan Manado. Jumlah penumpang yang sebelumnya dilaporkan sebanyak 580 orang kini direvisi menjadi 678 orang setelah proses validasi menyeluruh. Dari jumlah tersebut, 673 penumpang berhasil diselamatkan, 3 orang dinyatakan meninggal dunia, dan 2 lainnya masih dalam pencarian.
Perubahan data ini merupakan hasil rapat koordinasi terpadu yang digelar di Kantor KSOP Manado pada Jumat (25/07/2025). Kepala Basarnas Manado, George Randang, menjelaskan bahwa data terbaru merupakan hasil kompilasi dari seluruh tim evakuasi, baik dari unsur resmi maupun bantuan masyarakat.
“Evakuasi dilakukan di beberapa titik. Kami rangkum semua data dari lapangan, termasuk laporan dari warga dan nelayan yang ikut membantu,” ungkap Randang.
Fakta mengejutkan muncul bahwa nelayan serta penggiat wisata air di sekitar lokasi kejadian menjadi penolong pertama saat kebakaran terjadi. Saat tim SAR tiba di lokasi, sebagian besar korban sudah lebih dahulu dievakuasi ke titik aman menggunakan perahu-perahu kecil milik warga.
KM Barcelona V.A., kapal penumpang penghubung Talaud–Manado, terbakar di perairan Talise, Minahasa Utara pada Minggu, 20 Juli 2025. Kapal tersebut dikenal sebagai sarana vital bagi mobilitas warga kepulauan Nusa Utara, yang sangat bergantung pada jalur laut untuk terhubung dengan daratan Sulawesi.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dua korban yang belum ditemukan, sementara proses identifikasi korban meninggal dan pendampingan terhadap keluarga korban terus dilakukan.
Di sisi hukum, Polda Sulut telah menetapkan nahkoda kapal sebagai tersangka. Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah melakukan penyelidikan teknis untuk mengungkap penyebab pasti insiden, termasuk potensi kelalaian atau kerusakan sistem.
Tragedi ini kembali membuka mata publik terhadap minimnya standar keselamatan transportasi laut, terutama di wilayah kepulauan yang belum memiliki akses transportasi alternatif. Warga Nusa Utara pun mendesak pemerintah agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional kapal-kapal penumpang di wilayah perairan timur Indonesia.
Duka mendalam menyelimuti keluarga korban, terutama bagi mereka yang kehilangan orang tercinta. Pemerintah daerah kini bersinergi dengan berbagai lembaga untuk memberikan bantuan psikososial dan pendampingan hukum.
Tragedi KM Barcelona V.A. menjadi peringatan keras bagi semua pihak akan pentingnya pengawasan ketat, pembenahan regulasi keselamatan pelayaran, dan peningkatan kesiapan tanggap darurat. Harapan terbesar kini adalah agar dua korban yang hilang segera ditemukan dan kejadian serupa tidak pernah terulang kembali di masa mendatang. ***
KM Barcelona V.A Terbakar: 678 Penumpang, 2 Masih Hilang, Nelayan Jadi Pahlawan.



