Pastor Hendrik Maku, SVD Pada Pesta Keluarga Kudus : Pesan Istimewa Yang Perlu Kita Ambil Dari Yesus, Maria dan Yosef Adalah Kesediaan Mendengar

Jakarta, kpksigap.com
Pastor Hendrikus Maku, SVD ketika memimpin Perayaan Ekaristi Pesta Keluarga Kudus di Gereja St. Bernabas Paroki Pamulang Keuskupan Agung Jakarta Minggu ( 29/12/2024 mengawali kotbahnya dengan sebuah cerita.

Ada seorang ibu muda datang berkonsultasi kepada pastor paroki. “Romo, tolong keluarga kami. Ada tanda-tanda mulai hancur. Saya sering bertengkar dengan suami saya. Romo tolong, doakan kami. Kalau boleh, Romo juga berikan kami air berkat”. Romo tersenyum lalu masuk ke dalam. Tidak lama kemudian keluar lagi, Romo membawa satu botol air.

” Setiap kali suami ibu marah, ibu minum air ini. Tidak boleh langsung ditelan. Ibu kumur dengan air ini sampai 15 menit supaya berkasiat. Nanti suami ibu akan diam. ” Romo memberi pesan. “Terima kasih Romo. Mudah-mudahan berhasil”, ujar ibu itu. Ibu itu pergi dengan gembira.

Begitu tiba di rumah lanjut Pastor Hendrik sang suami langsung tanya dengan suara tinggi.
” Kemana saja mulai dari tadi?” Sang ibu cepat-cepat mengambil air berkat lalu minum. Air tidak ditelan tetapi dikumur sampai 15 menit. Suami marah terus tetapi isteri tidak menjawab. Kalau isteri menjawab, air berkat bisa keluar dan tumpah dari mulut. Ibu itu takut berdosa, tidak menghormati air suci. Karena itu dia hanya mendengar dan memberi  tanggapan.

Setelah lima menit, sang suami diam. Dia diam karena isterinya seperti masa bodoh dan tidak menjawab.

Selalu dibuat yang sama setiap kali suaminya marah, ibu muda itu minum air berkat dan kumur selama 15 menit. Dia diam dan mendengar. Akhirnya sang suami berubah. Dia tidak sampai hati memarahi lagi isterinya karena isterinya tidak menjawab. Dia berkesimpulan bahwa isterinya sudah berubah.

Ibu muda kembali ke paroki dan melapor kepada romo, kalau air berkat itu sangat jitu. ” Romo, air berkatnya jitu. Kami sudah rukun. Suami saya tidak pernah marah- marah lagi”. Romo tersenyum.

“Sebetulnya air itu, saya tidak berkat. Maksudnya, air dikumur. Pasti tidak bisa berbicara. Harus diam dan mendengar. Kuncinya ialah mendengar. Tidak perlu lomba berbicara. Tetapi Ibu itu tetap yakin, kalau air berkat berkasiat, ” kata Pastor Hendrik.

Mahasiswa doktoral dalam bidang Islamologi Universitas Islam Negeri Hidayatullah Jakarta selanjutnya mengatakan hari ini kita merayakan pesta keluarga kudus, keluarga bahagia, keluarga model yang terdiri dari Yesus, Maria dan Yosef. Injil hari ini tentang Yesus yang untuk pertama kali berbicara. Ketika itu,  Yesus berusia 12 tahun. Sesudah itu, tidak ada lagi ucapan Yesus yang kita tahu, sampai Dia tampil di muka umum, ketika berusia sekitar 30 tahun.

Dikatakan Setelah merayakan paskah pertama kali di kenisah Yerusalem, Yesus diam- diam belum pulang bersama Yosef dan Maria. Orang tuanya,Maria dan Yosef mencari Yesus selama tiga hari . Ternyata Yesus masih di kenisah. Sedang berbicara dengan orang tua- tua dan alim ulama. Ada dua kata mendengar. Yesus ditemukan sedang duduk dan MENDENGAR apa yang mereka sampaikan. Juga, semua orang MENDENGAR Dia dan menjadi takjub. Pertemuan itu menakjubkan karena ada saling mendengar.

Maria dan Yosef pun masuk. Mereka berbicara kepada Yesus, bahwa mereka mencari Dia. Yesus mendengar dan memberi jawaban. Dia sedang dalam urusan Bapak Allah. Maria dan Yosef mendengar penjelasan Yesus. Ada saling mendengar antara anak dan orang tua.  Tidak ada pertengkaran yang panas karena ada saling mendengar. Lalu Yesus, Maria dan Yosef meninggalkan kenisah dan pulang ke Nazareth. Yesus semakin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

“Semua orang yang mampu mendengar orang lain, pasti akan dikasihi oleh Allah dan manusia.
Saudara, pesan istimewa yang perlu kita ambil dari keluarga Yesus, Maria dan Yosef adalah kesediaan mendengar. Bapa mendengar mama. Mama mendengar bapa. Anak mendengar orang tua. Orang tua mendengar anak. Kalau dalam keluarga ada kebiasaan mendengar, maka keluarga itu juga akan dikasihi Allah dan manusia, “pungkas Dosen Islamologi IFTK Ledalero Sikka Flores ini.

KPK SIGAP- Yuven Fernandez

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *