Jaga Stabilitas Jelang Idulfitri dan Nyepi 2026, Satgas Saber Pangan Perketat Pengawasan di 38 Provinsi

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Pusat memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat dapat merayakan hari besar dengan rasa aman tanpa terbebani lonjakan harga yang tidak wajar.

 

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi periode 5 Februari hingga 4 Maret 2026, Satgas telah melaksanakan total 37.857 kegiatan pemantauan yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.

 

Fokus Pengawasan: Dari Produsen Hingga Pengecer

Ketua Pengarah Satgas Pangan Pusat sekaligus Kabareskrim Polri, Komjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh di sepanjang rantai pasok.

 

“Kami tidak hanya memastikan ketersediaan stok, tetapi juga menindak tegas pelaku usaha yang mencoba bermain curang, seperti melakukan penimbunan, pengemasan ulang (repacking), hingga peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan,” ujar Komjen Syahardiantono, Kamis (5/3/2026).

 

Data menunjukkan aktivitas pemantauan tertinggi berada di wilayah:

 

Jawa Barat: 4.791 kegiatan.

 

Kalimantan Selatan: 3.207 kegiatan.

 

Riau: 2.919 kegiatan.

 

Jawa Tengah: 2.902 kegiatan.

 

Jawa Timur: 2.500 kegiatan.

 

Sebaliknya, intensitas di wilayah Indonesia Timur seperti Papua Pegunungan dan Papua Selatan tercatat lebih rendah karena tantangan geografis serta terbatasnya jumlah pelaku usaha.

 

Dinamika Harga: Beras Melandai, Minyakita dan Cabai Masih Tinggi

Satgas melaporkan adanya tren positif pada komoditas beras premium dan medium yang mulai mengalami penurunan harga, bahkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) di beberapa daerah.

 

Namun, tantangan masih ditemukan pada beberapa komoditas lain:

 

Minyakita: Harga rata-rata nasional masih di atas HET, terutama di wilayah Timur.

 

Cabai Rawit Merah: Bertahan di kisaran Rp61.888 – Rp70.271 per kg.

 

Protein Hewani: Harga telur ayam naik ke Rp31.000 per kg, diikuti kenaikan tipis pada daging ayam.

 

Daging Sapi: Mengalami tren penurunan ke angka Rp139.801 per kg (di bawah harga acuan).

 

Ketegasan Hukum dan Penindakan

Satgas Pangan tidak sekadar memantau, tetapi juga melakukan tindakan korektif. Hingga saat ini, telah dikeluarkan 518 surat teguran kepada pelaku usaha. Beberapa kasus hukum menonjol yang kini tengah diproses meliputi:

 

Penyelundupan daging impor ilegal di Kepulauan Riau.

 

Repacking beras SPHP di Nusa Tenggara Barat.

 

Peredaran mi berformalin dan boraks di Jawa Barat.

 

Pencabutan izin: 2 izin usaha dan 4 izin edar produk direkomendasikan untuk dicabut.

 

Sinergi dan Intervensi Pasar

Ketua Pelaksana Satgas Pangan sekaligus Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan intervensi melalui operasi pasar dan distribusi beras SPHP.

 

“Pada minggu keempat saja, kami telah menyalurkan 34.636 ton beras SPHP melalui pengecer pasar tradisional dan Gerakan Pangan Murah,” jelas Ketut Astawa. Selain itu, pemerintah mengoptimalkan 939 kios pangan pengendali inflasi di 32 provinsi untuk menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen.

 

Masyarakat juga didorong untuk aktif melaporkan temuan di lapangan melalui hotline yang tersedia. Hingga saat ini, aduan terbanyak berkaitan dengan ketersediaan dan harga Minyakita.

 

“Sinergi antara pusat, daerah, dan aparat hukum adalah kunci. Kami ingin memastikan pasokan aman dan masyarakat tidak dirugikan menjelang hari raya,” pungkas Ketut Astawa.

 

Pewarta: (Joko)

Editor: (Kurnia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *