Kawal Hak Masyarakat Prasejahtera, Satreskrim Polresta Banyuwangi Sidak Jalur Distribusi Elpiji 3 Kg

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi memperketat pengawasan terhadap jalur distribusi gas Elpiji subsidi 3 kilogram di seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi. Langkah ini diambil melalui inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan energi bersubsidi tersebut sampai ke tangan yang berhak tanpa ada penyimpangan.

 

Data Distribusi dan Realisasi Kuota

Berdasarkan data kuota tahun 2026, Kabupaten Banyuwangi mendapatkan alokasi sebesar 18.318.667 tabung atau setara dengan 54.956 metric ton. Hingga periode 31 Maret 2026, realisasi penyaluran dilaporkan telah mencapai 4.903.360 tabung.

 

Angka tersebut menunjukkan persentase sebesar 108,8 persen terhadap kuota Year to Date (YTD), dengan rata-rata penyaluran harian menyentuh 63.500 tabung yang disebar ke seluruh pangkalan aktif di Bumi Blambangan.

 

Peringatan Keras Kapolresta Banyuwangi

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, menegaskan bahwa pengawasan akan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat agen hingga pengecer melalui patroli dialogis dan deteksi dini di lapangan.

 

Dalam pernyataannya, Kapolresta memberikan peringatan tegas bagi oknum-oknum yang mencoba mencari keuntungan pribadi di tengah kebutuhan masyarakat.

 

“LPG 3 kilogram adalah hak masyarakat prasejahtera yang disubsidi oleh negara, sehingga penggunaannya harus tepat sasaran. Kami tidak akan mentolerir adanya praktik ilegal, baik itu penimbunan, penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang mencekik rakyat, maupun tindakan pengoplosan tabung subsidi ke non-subsidi,” tegas Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan.

 

Ringkasan Pengawasan Elpiji 2026:

Total Kuota Tahunan: 18.318.667 Tabung (54.956 Metric Ton).

 

Realisasi per 31 Maret: 4.903.360 Tabung (108,8% dari kuota YTD).

 

Pasokan Harian: Rata-rata 63.500 tabung di pangkalan aktif.

 

Fokus Pengawasan: Pencegahan penimbunan, harga di atas HET, dan praktik pengoplosan.

 

Melalui upaya deteksi dini ini, Polresta Banyuwangi berkomitmen menjaga stabilitas stok dan harga di pasar, sehingga masyarakat kurang mampu tetap dapat mengakses energi murah tanpa hambatan distribusi. Sumber berita: (Red Kurnia – Tim Media Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *