Ruteng, KpkSigap.Com – Ombudsman RI merupakan salah lembaga negara yang lahir 10 Maret 2000 dibawah pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Seluruh pelaksanaan tugas dan fungsinya merujuk pada UU Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI, dan UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Salah satu tugas dan fungsi Ombudsman adalah mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan, maupun BUMN/BUMD dan Badan Hukum Milik Negara (BHMN) serta badan swasta/perorangan yang diberi tugas untuk menyelenggarakan pelayanan publik.
Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga ( Dinas PPO) Kabupaten Manggarai patut berbangga karena dinas ini berkesempatan mendapatkan penghargaan dari Ombudsman RI 2024. Kepada media ini, Kadis PPO Kabupaten Manggarai, Wensislaus Sedan, S.Pd., M.Si., Jumat Siang ( 22/8/2025,) menuturkan jika dinas yang dipimpinnya pernah mendapatkan penghargaan dari Ombudsman RI 2024.
” Piagam Penghargaan Penganugerahan Predikat Penilaian Kepatuhan Penyelenggaran Pelayanan Publik (Opini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik) Tahun 2024, Diberikan Kepada Dina PPO Kabupaten Manggarai, tertanggal 14 November 2024. Ditandatangani oleh Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Mokhamad Najih, S.H., M.Hum., Ph.,D.,”
Menurut Kadis Wens ;
” Teman-teman Ombudsman bukan hanya menilai kita di akhir. Tapi proses dari awal juga kita lakukan melalui pendampingan soal bagaimana mewujudkan good governance. Pelayanan pemerintah yang baik, dan semua hasil evaluasi atau masukan yang mereka berikan kepada kami, kami ikuti. Puji Tuhan tahun 2024 kami dapat penghargaan dengan skor nilai 78,41,” paparnya.
Ditanya tentang sejumlah indikator penilaian yang yang memungkinkan dinas ini mendapatkan piagam penghargaan dari Ombudsman RI. Kadis Wens menuturkan pada prinsipnya dinas yang dipimpinnya berupaya sedemikian rupa memberikan pelayanan publik yang terbaik sesuai kriteria penilaian dari Ombudsman.
Adapun beberapa contoh kriteria yang disebutkan Kadis Wens diantaranya ; pintu masuk Dinas PPO harus ramah Difabel, dan informasi yang sangat dibutuhkan publik harus dipublikasikan atau dipajangkan ke publik .
” Contoh, pintu masuk Dinas PPO harus ramah Divabel, itu kami lakukan. Kemudian informasi-informasi publik yang sifatnya memang sangat dibutuhkan oleh publik, itu harus dipublikasikan atau dipajangkan di pintu masuk, kami lakukan itu. Termasuk soal senyum sapa salam dan solusi atau 4S,” ungkap mantan Asisten Dosen Undana Kupang ini.
Mantan Guru SMP di Sumba Barat Daya ini telah menginstruksikan kepada semua staf tentang pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada siapapun yang datang untuk mendapatkan pelayanan publik dari Dinas PPO Kabupaten Manggarai.
” Terus terang, kami disini, saya sudah instruksikan setiap apel, setiap rapat. Bahkan dengan surat kepada setiap staf. Ingat, siapapun yang kita layani, sambutlah mereka pertama itu dengan senyuman kita. Lalu memberikan salam khas sebagai Orang Manggarai. Suasana ini bergulir di 2023, 2024, itu kami lakukan,” ungkap mantan Pengawas Sekolah di Sumba Barat Daya ini.
Menurutnya, ia perlu berterima kasih kepada Ombudsman atas penghargaan yang telah diberikan kepada Dinas PPO Kabupaten Manggarai. Baginya, penghargaan ini tidak untuk membuat dinas ini berpuas diri. Tetapi justru untuk lebih memacu diri untuk terus memberikan layanan publik yang lebih berkualitas dari waktu ke waktu
” Menurut saya, saya perlu berterima kepada Ombudsman. Penghargaan ini tentu tidak untuk membuat kami berpuas diri. Kami terus berpacu supaya kualitas layanan kami lebih baik lagi, lebih smart lagi, lebih melayani lagi,” paparnya.
Mantan Guru di desa terpencil di Sumba ini berkomitmen untuk terus membaharui diri dengan harapan agar apa yang telah dilakukan di dinas yang dipimpinnya saat ini berdampak positif bagi segenap jajarannya dalam memberikan layanan publik yang membuat siapapun boleh merasa well being atau suasana yang menyenangkan dan terlayani.
” Saya sudah rasakan. Saya ini mantan guru di desa terpencil. Hasil refleksi itu saya coba membaharui diri dan mudah-mudahan apa yang kami lakukan selama ini betul-betul membuat teman-teman saya dan teman-teman kepala sekolah saya yang hebat, betul-betul terlayani mereka punya kebutuhan. Atau kalau bertemu dengan kami betul-betul dalam suasana well being atau suasana menyenangkan, suasana yang melayani,” harapnya.
Meski begitu, pihaknya tidak menampik jika dalam beberapa hal ada pihak yang merasa kurang hati dan mengeluhkan praktik layanan di Dinas PPO yang tidak memuaskan. Bahkan ada dugaan terjadi praktik pungli oleh segelintir oknum. Untuk hal yang belum memuaskan, dirinya berharap untuk tidak komplain langsung kepada oknum tetapi bisa langsung disampaikan kepada dirinya sebagai Kadis PPO .
” Kalau ada pelayanan kami di kantor yang tidak sesuai dengan kamu punya kemauan. Tidak usah berhadapan dengan orang-orang itu. Diam-diam langsung saja bisik ke saya, dan saya pasti memberikan teguran kepada orang itu dengan cara saya juga, dengan membuat tidak tersinggung dengan cara saya,” tutupnya .
Penulis : Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP.
Editor : Adrianus Jehamat.




