Pekanbaru,kpksigap.com –
Perjalanan safari ekologis Pakar Lingkungan Dr Elviriadi kemarin selama 3 hari berbuah manis.
Setelah menemui Koperasi Bumi Berjaya (BMB) di Km39 Bagan Batu, kemudian lanjut Rapat Konsolidasi Aliansi Aktivis Peduli Kawasan Hutan (A2PKH), beliau di pertemukan dengan pak Ahmadsyah.
Alhamdulillah, perjalanan penuh berkah. Bisa menolong masyarakat Riau yang ditindas olighaki. Mengorganisir institusi perlawan terhadap penjahat hutan. Kemudian Allah SWT, dengan Qudrat dan IradatNya menyambungkan pula silaturahmi dengan Bang Ahmadsyah_, ” ujar Dr Elv kepada media ini, Sabtu (9/8/25).
Akademi yang kerap jadi ahli di pengadilan itu mengatakan Ahmadsyah menginfakkan sebidang tanah untuk pesantren.
“Bang Ahmadsyah menyumbang tanahnya untuk pendirian pesantren. Kita segera manfaatkan niat baik baik Beliau. Kita bangun pesantren, mulai dari Tahfiz Quran, MTS, MA, hingga perguruan tinggi, ” ujar anak Watan Meranti.
Dalam jangka 4 tahun, segera kita bikin perguruan tinggi yang khusus menyelamatkan bumi, hutan air dan lingkungan. Kita namakan, ” Islamic Agroforestry University”. Konsep kampus ini adalah memuliakan alam dan hutan. Kebun kebun yang rimbun, Teknologi terkini dibidang pertanian, peternakan, perikanan dan menghijaukan bumi.
Ahmadsyah ketika dihubungi Kru media ini, tak bisa menyembunyikan rasa haru.
Niat saya agar sedikit harta yang kita miliki, bisa menjadi bekal akhirat. Berapa lah lagi umur saya, sekarang udah 57, kalau ngikut Nabi, tinggal 7 tahun lagi. Saya ingin meneladani Usman bin Affan yang hartanya terus mengalir walau sudah tiada, ” ucapnya dengan mata berkaca.
Pada Kamis (7/8/25) Dr Elviriadi beserta tim sudah mengecek kondisi lapangan guna menyiapkan dan mencari donatur Green Pesantren tersebut.
Lokasi tanah yang akan dibangun terletak Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih. Kabupaten Rokan Hilir – Riau. “Kita yakin pada Janji Allah SWT dalam AlQuran. “Intansurullaha yantsurukum, wayutsabbits Aqdaamaakum. (Siapa yang membantu Agama Allah, Pasti Allah Membantunya. Bahkan meneguhkan kedudukannya (martabat)nya, ” pungkas peneliti Gambut yang ikhlas gundul permanen demi hutan tropis.
KPK Sigap Wil Riau : Syaipul Bahri.




