Butuh Material Tambahan, Usul Akses Perbaikan Selalu Mental Dan Perbaikan Jalan di Pinggir Sungai Sukamade Sarongan Banyuwangi Menjadi Tertunda

KPK SIGAP INVESTIGASI
JATIM BANYUWANGI

Perbaikan jalan di pinggir Sungai Sukamade, Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran yang ambrol hingga tidak bisa dilewati kendaraan roda empat akibat banjir masih jauh dari kata sempurna pada Hari Senin, 24/2/2025 Hingga sampai saat jalur menuju daerah terpencil di Bumi Blambangan itu masih belum lancar dan perlu akses perbaikan lebih sampai kekurangan material batu.

Untuk memperbaiki jalan tersebut bila turun hujan seperti kubangan lumpur itu, membutuhkan batu sekitar 120 kubik, Saat ini proyek perbaikan yang kebutuhannya dibiayai kebun itu, masih menggunakan sekitar 40 kubik sebagai uruk jalan, “Jalan yang belubang dan rawan longsor itu ditumpuk sertu, Sekarang taksiran kita masih 40 kubikan, kurang 80 (kubik),” kata Kepala Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Feri Nafaro.

Molornya perbaikan jalan utama menuju ke jalur wisata Sukamade dan perkampungan di tengah hutan itu, terang dia, selain karena hujan deras yang nyaris setiap hari turun, juga minimnya material, “Materialnya ini per kubiknya kena Rp 120 ribu, untuk mengangkut juga kesulitan karena masih sering terkendala hujan,” paparnya.

Menurut Feri, perbaikan jalan yang harus dilakukan dengan mengubah jalur Sungai Sukamade terlebih dahulu itu, sekarang juga sedang berhenti meski begitu, kendaraan roda dua dan truk dengan muatan ringan masih bisa masuk, “Tapi ada titik-titik yang jalannya sangat dalam lubangnya sehingga ketika hujan agak sulit dilewati,” katanya.

Feri mengungkap sampai saat ini Pemerintahan Desa Sarongan belum bisa menganggarkan untuk bantuan perbaikan jalan di kampungnya, “Setiap kali Mudes (musyawarah di desa), selalu saya usulkan tetapi mental, alasannya terkait wilayah kita masuk perkebunan,” ujarnya.

Makanya,” lanjut dia, warga harus mau roan untuk memperbaiki jalan yang jadi satu-satunya akses untuk keluar dan masuk kampung, “Warga kerja bakti ini untuk biaya dari kebun lalu untuk operator alat berat kami iuran sehari biayanya hingga sampai Rp 400 ribu,” tandasnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, cuaca buruk masih menjadi momok bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Hujan deras yang masih sering turun, menimbulkan banyak kerusakan sehingga mengganggu kehidupannya.

Gethek penyebarangan putus dan Sungai Sukamade di daerah itu sering meluap dan yang terbaru, hujan yang sering turun dengan deras dijalan di pinggir sungai untuk kendaraan roda empat menuju ke Dusun Sukamade putus karena tergerus air sungai, “Jalan tanah di pinggir sungai ambrol, sekarang hanya bisa dilalui roda dua saja,” kata Kepala Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Feri Nafaro.ungkap:(Kurnia/Tim Investigasi Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *