Bupati Manggarai Barat Bahas HPL Dengan Mentri Transmigrasi RI

Bupati Manggarai Barat Bahas HPL Dengan Mentri Transmigrasi RI

Jakarta, KpkSigap.Com  – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi,SE., temui Mentri Transmigrasi RI, Muhamad Inftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Rabu ( 27/8/2025) guna membahas HPL di Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam pertemuan ini Bupati Edi didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koprasi dan UKM Manggarai Barat, Theresia P. Asmon dan Kepala Bidang Penyelesaian Hubungan Industrial dan Transmigrasi, Andreas Paleng. Sementara itu, Mentri Transmigrasi didampingi Dirjen PPKT.

Bupati Edi membicarakan upaya penyelesaian HPL Transmigrasi serta penguatan dan pembangunan lokasi transmigrasi yang sudah ditempatkan warga di Manggarai Barat. Hak Pengelolaan yang selanjutnya disebut HPL Transmigrasi adalah hak menguasai dari negara yang kewenangan pelaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada instansi pemerintah yang membidangi ketransmigrasian untuk pembangunan transmigrasi.

Untuk diketahui, wilayah transmigrasi di Kabupaten Manggarai Barat yang selama ini telah ditempati warga masyarakat adalah lokasi transmigrasi Nggorang di Desa Macang Tanggar, tepatnya di Desa Persiapan GolonTanggar, dan di Longge, Desa Raba, Kecamatan Macang Pacar.

Pembahasan terkait HPL Transmigrasi di Kabupaten Manggarai Barat disambut baik oleh Mentri Transmigrasi.

” Mentri Transmigrasi RI, Muhamad Inftitah Sulaiman Suryanagara menyambut baik apa yang disampaikan Bupati Edi,” beber Kadis Theresia melalui sambungan telepon selulernya.

Masih menurut Kadis Theresia, tampaknya Mentri Inftitah menilai transmigrasi saat ini bukan lagi tentang memindahkan orang, tetapi bagaimana mengupayakan agar wilayah transmigrasi menjadi kawasan yang berkembang sesuai potensi wilayahnya.

” Pak Mentri menyebut Labuan Bajo sebagai daerah dengan potensi pariwisata. Maka kawasan transmigrasi harus menjadi kawasan yang mendukung pariwisata itu,” tutur Kadis Theresia.

Lebih lanjut, Kadis Theresia menuturkan bahwa dalam pertemuan ini Mentri Inftitah menyarankan perlunya menjalin kemitraan berbagai pihak, dan diingatkan agar kemitraan ini harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga transmigrasi.

Adapun hal lain yang disinggung Mentri Inftitah dalam kesempatan ini, lanjut Kadis Theresia adalah tentang Team Expedisi Patriot yang baru saja dilepas untuk melakukan penelitian guna mengeksplore potensi kawasan transmigrasi di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Manggarai Barat.

” Pak Mentri juga menyampaikan, baru saja melepaskan Team Expedisi Patriot yang melibatkan banyak perguruan tinggi negeri di Indonesia, yang ditugaskan ke semua daerah yang memiliki kawasan transmigrasi, termasuk di Manggarai Barat, untuk meneliti, mengeksplore potensi kawasan transmigrasi yang bisa dikembangkan kedepannya, ” pungkas Kadis Theresia.
Sebelumnya, Kabupaten Manggarai Barat telah ditetapkan sebagai Kawasan Transmigrasi dengan nama kawasan Komodo Sano Nggoang. Penetapan Kawasan Transmigrasi Komodo Sano Nggoang ini berdasarkan SK Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI nomor 132 tahun 2019 tentang Penetapan Kawasan Transmigrasi Komodo Sano Nggoang di Kabupaten Manggarai Barat.

Penulis : Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP.

Editor : Adrianus Jehamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *