DPRD Banyuwangi Dorong Percepatan Pembangunan TPS 3R Karetan, Solusi Strategis Pengelolaan Sampah Wilayah Selatan

KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi menyatakan dukungannya penuh dan mendesak percepatan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi solusi strategis dan komprehensif untuk pengelolaan sampah di wilayah selatan Banyuwangi.

 

Dukungan tersebut disampaikan setelah Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, bersama anggotanya melakukan kunjungan lapangan langsung ke lokasi TPS 3R Karetan pada Jumat (17/10/2025). Patemo menekankan pentingnya percepatan proses perizinan agar proyek skala besar ini dapat berjalan sesuai target waktu yang ditetapkan.

 

“Kita berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bisa membantu mempercepat proses perizinan pembangunan TPS 3R di Desa Karetan, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Patemo pada Sabtu (18/10/2025).

 

Layanan Skala Besar dan Target Tuntas 2026, TPS 3R Karetan dirancang dengan kapasitas pengelolaan yang signifikan, yakni mencapai 160 ton sampah per hari. Fasilitas ini direncanakan akan melayani 37 desa yang tersebar di delapan kecamatan di wilayah selatan Banyuwangi. Proyek ini merupakan kelanjutan dari pengembangan infrastruktur persampahan, menyusul pembangunan fasilitas serupa di Desa Balak, Kecamatan Songgon.

 

Politisi PDIP yang berasal dari Kecamatan Bangorejo ini memastikan bahwa lokasi pembangunan di Desa Karetan telah memenuhi seluruh aspek, baik teknis maupun lingkungan. Menurutnya, area tersebut ideal karena memiliki lahan luas, aksesibilitas mudah, dan tidak akan menimbulkan gangguan pada estetika wilayah maupun kelancaran lalu lintas.

 

Berdasarkan laporan yang diterima Komisi IV dari DLH, saat ini proyek masih dalam tahap penyiapan lahan konstruksi, seperti cut and fill. Pekerjaan konstruksi lainnya, termasuk pondasi, pagar keliling, dan bangunan penyangga, juga sedang berjalan. “Targetnya, bulan Juni 2026 pembangunan sudah tuntas,” tegas Patemo.

 

Program “Banyuwangi Hijau” Jangkau Hampir Seluruh Populasi, Selain TPS 3R Karetan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi juga sedang menyiapkan dua Stasiun Peralihan Antara (SPA) di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, dan di Desa Setail, Kecamatan Genteng. Kedua SPA ini merupakan bagian dari program Banyuwangi Hijau Fase 3 dengan dukungan dari Clean Rivers, Uni Emirat Arab, dan masing-masing memiliki kapasitas 50 ton sampah per hari.

 

Dengan beroperasinya ketiga fasilitas baru ini, total kapasitas pengelolaan sampah di Banyuwangi akan mencapai 260 ton per hari, yang diproyeksikan mampu melayani hingga 1,4 juta penduduk. “Dengan total populasi Banyuwangi sebanyak 1,7 juta jiwa, artinya program Banyuwangi Hijau akan bisa menjangkau hampir seluruh warga,” jelas Patemo.

 

Sisanya, kata dia, akan dilayani melalui dukungan pihak lain seperti Sungai Watch dan Clean Oceans Through Clean Communities (CLOCC) dari Norwegia, menunjukkan komitmen Pemkab Banyuwangi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang tuntas dan berkelanjutan. Sumber berita: (Red Kurnia – Tim Media Kpk Sigap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *