Pontianak,kpksigap.com – Nama Thian Hock sempat jadi perbincangan hangat di ruang publik. Kasusnya mencuat, menyedot perhatian, dan menimbulkan ekspektasi adanya langkah hukum cepat. Namun lebih dari sepekan berlalu, arah penanganan perkara itu masih remang-remang.
Tak ada keterangan resmi, apalagi tindakan nyata dari aparat penegak hukum. Publik yang menanti kepastian hanya bisa mengumpulkan potongan rumor. Sementara di ruang-ruang redaksi, pertanyaan yang sama terus berulang: mengapa kasus ini seakan mandek di jalan.
Di kalangan awak media, ketidakjelasan ini menimbulkan keresahan. Mereka menilai, lambannya proses berpotensi meruntuhkan kepercayaan publik terhadap institusi hukum. “Kasus ini jangan dibiarkan berlarut tanpa kepastian. Hukum harus ditegakkan secara transparan,” kata seorang jurnalis di Pontianak, Senin, 2 September 2025.
Kebuntuan yang berkepanjangan menimbulkan spekulasi liar. Ada yang menduga kasus ini sengaja diperlambat, ada pula yang khawatir aparat terjebak tarik ulur kepentingan. Tanpa jawaban resmi, semua dugaan itu terus tumbuh.
Padahal, kejelasan hukum amat diperlukan agar tidak muncul tafsir liar di masyarakat. Proses yang terbuka dan adil bukan sekadar tuntutan jurnalis, melainkan juga bagian dari menjaga legitimasi aparat penegak hukum.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak berwenang tak kunjung membuahkan jawaban. Telepon tak diangkat, pesan tak dibalas, dan pintu kantor tetap tertutup rapat bagi pertanyaan publik.
Rekan-rekan media di Kalimantan Barat menuntut adanya langkah nyata. Mereka berharap aparat segera menetapkan sikap: apakah kasus Thian Hock akan dilanjutkan atau justru berhenti tanpa kejelasan.
Di tengah sunyi aparat, suara keresahan kian terdengar. Diam terlalu panjang, dalam kasus ini, justru terasa paling gaduh.
Sumber : Tim Solidaritas Jurnalis Kalbar
Editor : Rahmad Maulana



