Kupang, kpksigap.com,-
Usaha menuju kesejahteraan harus diperjuangkan tanpa pamrih dari waktu ke waktu oleh setiap insan manusia baik secara individu maupun kelompok. Usaha tersebut tidak segampamg membalikan telapak tangan namun harus gigih, kuat kokoh serta teguh dan memiliki “sense of belong” terhadap usaha tersebut.
Desa Sekon salah 1 desa di Timor yang masih tetap kental memelihara budaya dan tradisi nya, tidak berdiam diri namun kini secara aktif berjuang keras demi meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Upaya upaya tersebut terwujud dengan diluncurkannya berbagai pembangunan baik berupa fisik maupun non fisik. Kegiatan kegiatan tersebut melibatkan seluruh masyarakat sejak perencanaan, pengambilan keputusan dan action lapangan dengan berbagai peranan berbeda beda.
Dalam perbincangan antara KPK- SIGAP bersama Yohanes Delasales Laki, selaku kepada desa Sekon dikemukakan bahwa sebagai kepada desa sekaligus sebagai seorang bapak dalam kepemimpinan di desanya ia menerapkan pola kepemimpinan partisipatif dimana selalu berusaha agar melibatkan seluruh elemen masyarakatnya karena sesungguhnya pembangunan tersebut adalah dari, oleh dan untuk masyarakat sendiri .
Lebih jauh, Sales sapaan sang kades yang didampingi oleh Yosep Bone selaku sekertaris desa Sekon memaparkan bahwa sebesar berapapun dana yang ada namun tanpa partisipasi aktif dan langsung dari masyarakat maka pembangunan tersebut tidak akan berhasil.
Memang sebagai seorang kepala atau pemimpin itu tidak mudah, tidak gampang karena harus berhadapan dengan sekian banyak orang dengan berbagai pikiran dan karakter yang berbeda beda. Namun janganlah menyerah atau pasrah harus selalu bijak, arif dan humanistik dalam merangkul tanpa keluar dari rel aturan aturan formal yang ada.
Ose, Sapaan akrab sekertaris desa Sekon mengatakan bahwa memang sering ada berbagai polimik antara aparat desa dan masyarakat.
Namun itu adalah dinamika yang perlu dijalani secara arif demi menjadi lebih dewasa dan matang dalam tugas.
Salah satu bentuk pembangunan fisik di desa Sekon yang barusan 100% dirampungkan diawali pertengahan Desember 2024 adalah pembukaan jalan desa yang berada pada 2 titik lokasi. Lokasi pertama di Netnome sepanjang 150 meter dan lokasi berikutnya di Aijontaupi yang panjangnya juga 150 meter yang dananya bersumber dari dana desa. Dengan 100% rampungnya pekerjaan jalan tersebut maka semakin memperlancar arus transportasi yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat desa menuju kesejahteraan.
Lebih lanjut kepada KPK – SIGAP kepala desa bersama Sekertaris dan ketua BPD menyampaikan bahwa beberapa waktu yang lalu ada oknum anggota masyarakat tertentu yang diduga dibacking oleh oknum tertentu membuat berita melalui medsos bahwa pengerjaan jalan tersebut mandek, terlantar, asal asalan dan kepala desa tidak kooperatif, kepala desa kurang mampu dalam melaksanakan tugas. Namun Sales selaku kepala desa tetap tenang dan dewasa dalam menanggapi pemberitaan tersebut . Sang kades bersama sekertarisnya mengatakan bahwa biarlah bukti yang akan berbicara.
Dan ternyata pada awal pertengahan desember ini pekerjaan itu selesai dengan kualitas bagus sesuai rencana pembangunannya
Diakhir perbincangan dengan wartawan KPK-SIGAPN baik kades, sekertaris desa bersama ketua DPD Nelis mengharapkan agar kadang ada ketika masyarakat mendengarkan informasi informasi liar yang diduga menghasut maka perlu melakukan komunikasi sebelum diekspos ke media. Nelis selaku ketua BPD mengharapkan agar selalu terjalin komunikasi positif yang berbasis kekeluargaan karena sesungguhnya masyarakat desa tersebut masih berada dalam satu lingkaran keluarga besar dari leluhur yang sama. Sehingga jika ada oknum oknum masyarakat yang ingin membuat pemberitaan harus memiliki data dan fakta yang benar. Sebab jika pemberitaan tersebut tidak benar akan menimbulkan dampak negatif dalam kehidupan bersama antar masyarakat desa.
Kupang
(KPKsigap – RED – Yohanes)




