Proyek Pembangunan Pengaman Pantai yang Dikerjakan PT. Melindo Pratama Putra, Terancam Gagal Akibat Lalai dan Lamban.

Ketapang, Kpksigap.com.     – Sebuah Paket Pekerjaan Pengaman Pantai yang berlokasi di Dusun Sungai Tengar Rt.02 Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Proyek ini diduga sangat lamban dan lalai dalam proses pengerjaannya disebabkan selalu menunggu dan menunggu terkait bahan material kubusnya yang sistem pembuatan atau pencetakannya bukan dikerjakan ditempat kegiatan, namun diolah atau dibeli ditempat lain sehingga terjadi keterlambatan dalam prosesi  pengantaran kubus kelokasi, lalu berakibat keburu datangnya musim penghujan dan angin barat kemudian air laut pasang serta gelombang laut yang sulit diprediksi kekuatan tekanan ombaknya.

Pekerjaan Pembangunan Pengaman Pantai Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat ini Milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 Pontianak SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Kalimantan 1 Provinsi KalBar.

Dengan Nomor Kontrak :
PS 0102-Bws8.7.1/PK/15/2024 Tanggal Kontrak 20 Mei 2024 dan Biaya yang diperggunakan sebesar Rp.19.298.430.000 Tahun Anggaran 2024 dari Sumber Dana APBN dengan Waktu Pelaksanaannya selama 225 Hari Kalender.

Dan sebagai Penyedia Jasanya (pelaksana) adalah PT. MELINDO PRATAMA PUTRA Jl. Kemanggisan Raya No.84 Kemanggisan Palmerah Jakbar.
dengan Konsultan Supervisinya yaitu CV. CENTRINA ENGINEERING Jl. Tembaga No.10 GP LAKSANA Kec. Kuta Alam Banda Aceh.

Perihal ini dikatakan oleh salah seorang Sumber Masyarakat Ketapang yang berdomisili di Dusun Sungai Tengar Kecamatan Kendawangan yang berinisial SY pada hari Rabu tanggal 04/12/2024.

SY mengatakan bahwa, “Ada sebuah pekerjaan pembangunan pengaman pantai namun sampai saat sekarang dari sejak tanggal 20 Mei 2024 sesuai yang tertera dipapan plang kegiatan, hingga memasuki bulan Desember ini, bahwa proyek tersebut belum ada tanda-tanda akan terselesaikan oleh pelaksananya yaitu PT. Melindo Pratama Putra dikarenakan sangat lalai dan lamban dalam proses pengerjaannya, ditambah lagi sekarang ini sudah memasuki musim barat atau angin barat yang sangat kencang serta gelombang laut yang cukup kuat menerjang, terbukti gelombang saat ini sudah naik menjangkau hingga sampai ketempat komplek Pemakaman Umum (perkuburan) sudah tentu proyek pekerjaan pengaman pantai itu kuat menjadi dugaan akan alami kegagalan, “Kata SY kepada KabarSulSel Indonesia.com Rabu (04/12).

Kemudian SY mengatakan juga bahwa, “Kronologisnya karena sudah memasuki musim barat atau angin barat akibatnya pemasangan kubus akan semakin menjadi lambat, dan keterlambatan atau lalainya pengerjaan pengaman pantai ini dikarenakan pembuatan (pencetakan) kubus itu jauh berada ditempat lain seharus dan sewajarnya dicetak dilokasi proyek supaya memudahkan dalam proses pemasangan penyusunan kubus tersebut, jika di cetak ditempat berbeda dilokasi yang berjauhan sudah tentu sistim transfortasi angkutan akan menjadi semakin sulit jangkauan jarak tempuhnya,” Ujarnya Kepada Kpksigap com. Rabu (04/12).

Perhari ini tanggal 04/12/2024 terlihat aktivitas gotong royong yang dilakukan oleh masyarakat setempat Dusun Sungai Tengar mengangkut kubus yang berukuran 40 X 40 untuk disusun guna menahan sementara agar terjangan air laut (gelombang) bisa sedikit terhambat supaya tak menyentuh langsung menghajar kepemakaman umum (perkuburan), penanganan ini dilakukan secara bersama antar sesama warga setempat, ini membuktikan bahwa pada dasarnya masyarakat Sungai Tengar sangat peduli dengan lingkungannya dan berharap agar Proyek Pengaman Pantai ini bisa cepat tuntas serta selesai tepat waktu,” Ucap SY kepada Kpksigap com. Rabu (04/12).

“Terbukti kini proyek pengaman pantai yang dikerjakan oleh PT. Melindo Pratama Putra dan Konsultan Supervisinya CV.Centrina Engineering menjadi lamban dan lalai serta tidak profisional dalam tekhnis bekerja, dari sejak tanggal 20 Mei 2024 hingga sekarang mamasuki bulan Desember musim penghujan dan musim barat (angin barat) pekerjaan tersebut belum ada tanda terselesaikan ditambah lagi kuatnya gelombang air laut yang saat ini telah mencapai kekomplek pemakaman umum, kemudian ada sekitar 7 buah rumah yang terancam ambruk akibat gelombang yang cukup kuat, jadi harapan kami masyarakat Dusun Sungai Tengar Rt.02 Desa Mekar Utama sudah tak ada lagi terkait akan suksesnya proyek pengaman pantai itu dengan kata lain bahwa proyek tersebut kuat diduga akan gagal total,” Ungkap SY kepada Kpksigap com.Rabu (04/12).

Untuk itu “SY dan Masyarakat Dusun Sungai Tengar meminta kepada APH dan Instansi yang terkait yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 Pontianak, SNVT Pekaksanaan Jaringan Sumber Air Kalimantan 1 Provinsi KalBar. Agar segera turun kelokasi proyek yang berlokasi di Kabupaten Ketapang supaya bisa mengaudit pekerjaan pengaman pantai yang dilaksanakan oleh PT. MELINDO PRATAMA PUTRA yang kuat kami duga lalai dan lamban tersebut,” Tutur dan Tutup Sumber kepada Kpksigap com. Rabu (04/12).

Hingga berita ini terbit terkait permasalahan yang dimaksud, sejauh ini baik Kontraktor PT. Melindo Pratama Putra maupun Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 Pontianak belum dapat terhubungi oleh Kpksigap com.

(Slamet /Har’sy).tim. Kpksigap com. Kalbar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *