
Pekanbaru (Riau) kpksigap.com –
Akhirnya pengurus HMI Cabang Pekanbaru turun ke Perumahan Fajar Kualu Damai Jl Suka Karya Ujung Tarai Bangun.
Tim advokasi HMI Cabang Pekanbaru terdiri dari Suwandi Kusworo (Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah), Rizki (Bendahara Umum) tiba di perumahan Fajar Kualu Damai sekitar pukul 19.00 Selasa kemarin tanggal Tiga Desember 2024.
“Alhamdulillah, adik adik HMI tiba di perumahan kami. Ada rasa bangga dan haru, ” tutur Afri SE, warga Perumahan FKD I sekaligus korban konflik pada media ini.” Rabu 4/12/24.
Suwandi Kusworo menyampaikan ada 3 (tiga) temuan tim investigasi HMI : Pertama, perusakan tanaman sayuran, pisang kepok, kolam ikan, ubi dan lainnya dengan kerugian ditaksir 30 -an juta.”Kami langsung wawancara diskusi dengan korban. Saya pun pernah merasakan bagaimana pahitnya gagal panen, apalagi sengaja di rusak oleh oknum, ” ujar aktivis Faperta Unri itu.
“Kedua, keterangan masyarakat menceritakan kerusakan tanaman berupa pohon kelapa, Ubi, Lengkuas, Serai, Kemumu, Pohon Matoa, Pisang, pohon jambu, pohon mangga dan pohon daun salam. Kami langsung jumpai buk ibuk warga FKD, ” beber Suwandi panjang lebar.
“Ketiga; tim juga mengikuti rapat warga FKD I di Masjid Nurul Fajar. Terlihat dengan gamblang, sebelum mulai rapat sudah muncul pernyataan tajam terkait konflik tanah. Suasana rapat sempat tegang, ” imbuhnya.
“Terpisah Riski Tim Investigasi HMI yang juga Bendahara Umum menyatakan HMI akan bertindak tegas. “HMI selama nya akan bersama rakyat tertindas. Kami akan dampingi warga yang dirugikan. Kami sudah mendapati 1 SKGR di areal konflik yang cacat; tidak ditanda tangani Camat Tambang.” Ingatlah wahai saudara siapa pun yang bermain selaku mafia tanah, HMI akan berjuang menghadapi tuan tuan. Kita tim akan terus mencari data data, investigasi lebih mendalam. Meluruskan birokrasi pertanahan yang amburadul, ” pungkas Riski aktivis Fakultas Perikan Dan Ilmu Kelautan Unri.



