KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
BANYUWANGI – Jumat Pon pada bulan Dzulhijjah tahun ini menjadi momentum yang sangat istimewa bagi masyarakat di ujung timur Pulau Jawa. Hari ini diyakini sebagai “hari hoki” atau hari penuh berkah yang dianggap sangat baik untuk mengikat janji suci pernikahan.
Keyakinan akan keberkahan hari ini memicu gelombang fenomena pernikahan massal di seluruh penjuru Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan data resmi dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi, tercatat sebanyak 324 pasangan melangsungkan akad nikah secara serentak pada Jumat (5/6/2026).
Lonjakan angka pernikahan ini praktis membuat para penghulu di lapangan bekerja ekstra keras. Demi melayani tingginya permintaan layanan pencatatan nikah, para petugas KUA terpaksa “pontang-panting” dan rela berangkat sejak subuh untuk memastikan seluruh prosesi akad berjalan tepat waktu.
Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M., mengungkapkan bahwa fenomena ini bukanlah hal baru, namun antusiasme tahun ini terasa begitu kuat.
“Ada keyakinan kuat di tengah masyarakat bahwa hari ini adalah hari baik,” ujar Dr. Chaironi saat dikonfirmasi oleh TIMES Indonesia, Jumat (5/6/2026).
Dalam catatan Kemenag Banyuwangi, sebaran pernikahan serentak ini terjadi di berbagai kecamatan. Namun, Kecamatan Rogojampi tercatat sebagai wilayah dengan intensitas pelayanan tertinggi.
“Terbanyak di Kecamatan Rogojampi, mencapai 39 pasangan,” ungkapnya menambahkan.
Pemandangan sibuknya para penghulu di berbagai sudut desa hari ini menjadi bukti betapa kentalnya tradisi dan kepercayaan masyarakat Banyuwangi dalam menentukan hari sakral pernikahan mereka.
Meski harus menempuh mobilitas tinggi, para petugas tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal agar ikatan janji suci ratusan pasangan ini berjalan khidmat dan penuh berkah. Sumber berita: (Red Kurnia – Tim Media Kpk Sigap)




