KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
TRENGGALEK – Akses mobilitas warga Dusun Kojan, Desa Jombok, Kecamatan Pule, kini semakin lancar. Polres Trenggalek secara resmi membuka “Jembatan Merah Putih Presisi” yang diharapkan menjadi stimulus baru bagi roda perekonomian lokal, Selasa (2/6/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Trenggalek, Ny. Titik Ridwan, dengan prosesi pemotongan pita. Turut hadir dalam agenda tersebut jajaran Forkopimca, Dinas PUPR, serta tokoh masyarakat setempat.
Simbol Persatuan dan Pemicu Ekonomi
Pembangunan jembatan sepanjang 10 meter dengan lebar 1 meter ini merupakan hasil gotong royong antara Polres Trenggalek, pemerintah desa, dan elemen masyarakat dengan anggaran swadaya sebesar Rp 45 juta.
AKBP Ridwan Maliki menjelaskan bahwa nama “Merah Putih” dipilih karena memiliki makna filosofis yang mendalam tentang persatuan.
“Kami berharap jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi, mempermudah akses ekonomi, dan memperkuat semangat gotong royong warga,” ujar AKBP Ridwan di sela-sela peresmian.
Memangkas Jarak Tempuh
Bagi warga Dusun Kojan, kehadiran jembatan ini membawa dampak nyata. Kepala Desa Jombok, Nursalim, mengungkapkan bahwa warga kini tidak perlu lagi menempuh jalan memutar yang jauh.
“Sebelumnya warga harus memutar cukup jauh. Sekarang, jarak tempuh terpangkas hingga 4 kilometer, yang berarti menghemat waktu sekitar 20 menit. Kami sangat berterima kasih atas inisiatif Polres Trenggalek ini,” ungkap Nursalim.
Kapolres Trenggalek juga berpesan agar masyarakat senantiasa menjaga dan merawat jembatan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lama, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Sumber berita: (Red Jaskurnia Tim Media Kpk Sigap)




