KPK SIGAP INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI
JEMBER – Nuansa penuh keberkahan menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) As-Syifa, Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe, Jember. Pada Rabu (11/03/2026) siang, jajaran pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember menggelar kunjungan silaturahmi sekaligus aksi sosial bagi-bagi takjil dan santunan.
Rombongan petugas Lapas yang berjumlah sekitar 20 orang tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Ustaz Muhammad Hasan, atau yang akrab disapa Aba Hasan, selaku penerus pengasuh Ponpes As-Syifa, bersama sekitar 70 santri yatim piatu yang menimba ilmu di sana.
Silaturahmi dan Kepedulian Nyata
Dalam wawancara bersama awak media, Kepala Lapas (Kalapas) Jember menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bentuk nyata kepedulian institusi terhadap masyarakat, khususnya di bulan Ramadhan.
“Tujuan utama kami adalah menyambung tali silaturahmi. Selain itu, kami hadir untuk berbagi takjil dan menunjukkan rasa peduli kepada sesama, khususnya anak-anak kita di pondok ini,” ujar Kalapas Jember dengan penuh semangat.
Tak sekadar berbagi materi, momen ini menjadi sangat berkesan ketika Kalapas menyempatkan diri memberikan “siraman rohani” dan motivasi di hadapan para santri. Pesan-pesan penguatan mental tersebut tampak menyentuh hati para siswa-siswi, memicu rasa bangga dan bahagia di wajah anak-anak yatim piatu tersebut.
Momentum Keberkahan
Aba Hasan, selaku tuan rumah, menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan mendadak namun penuh makna dari jajaran Lapas Jember. Menurutnya, kepedulian dari aparatur sipil negara (ASN) seperti ini memberikan dampak psikologis yang positif bagi para santri.
“Ini adalah momentum yang sangat baik. Kehadiran bapak-bapak dari Lapas Jember bukan hanya membawa bantuan, tapi juga memberikan semangat baru bagi anak-anak didik kami. Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan waktunya,” tutur Aba Hasan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk terus menebar kebaikan, membuktikan bahwa sinergi antara penegak hukum dan lembaga pendidikan keagamaan dapat menciptakan harmoni di tengah masyarakat. Sumber berita: (Red Jaskurnia Tim Media Kpk Sigap)



