Yayasan Persekolahan Sukma Pusat Ruteng Berterima Kasih Kepada Pemerintah Atas Bantuan Revitalisasi SDK Di Kabupaten Manggarai 2025
Ruteng, KpkSigap.com – Yayasan Persekolahan Sukma (Yapersukma) Pusat Ruteng, Flores – NTT menyatakan kegembiraan seraya berterima kasih kepada Pemerintah atas perhatian yang sangat nyata dan terukur lewat pemberian bantuan revitalisasi sejumlah Sekolah Dasar Katolik (SDK) di Kabupaten Manggarai. Hal ini terungkap dalam pertemuan sejumlah Kepala SDK Penerima Bantuan Revitalisasi se-kabupaten Manggarai yang digelar oleh Yayasan, bertempat di lantai 3 Aula Kantor Yapersukma Pusat yang berada di Jl.Diponegoro, Nomor 8, Kel. Bangka Nekang, Kec.Langke Rembong, Ruteng, Flores – NTT, Sabtu (23/8/2025)
Pertemuan ini dihadiri perwakilan dari sembilan Sekolah Dasar Katolik (SDK), masing-masing mengutus empat orang: *Pengawas, Kontraktor, Kepala Sekolah, dan Bendahara.* Agenda utama adalah pemaparan sekaligus pengarahan terkait program revitalisasi sekolah yang didanai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dalam sambutannya, Ketua Yapersukma Pusat, RD. Patrick Josaphat Darsam Guru, Drs HM., menegaskan bantuan revitalisasi ini merupakan bantuan untuk aset milik Yayasan, yakni sekolah-sekolah yang berada dibawah naungan Yapersukma. Olehnya, Yayasan sebagai penerima bantuan perlu mengetahui secara menyeluruh rencana maupun pelaksanaan program revitalisasi, terutama terkait pembangunan baru maupun revitalisasi.
” Kami tegaskan bahwa Yayasan tidak akan mencampuri urusan keuangan maupun pembelanjaan dalam program revitalisasi ini. Namun demikian, Yayasan tetap berada pada posisi pengawasan, mengingat revitalisasi tersebut menyangkut aset yang menjadi milik Yayasan. Selain itu, Yayasan juga akan dilibatkan dalam proses serah terima setelah pembangunan dan rehabilitasi selesai dilaksanakan.”
Adapun Penerima Bantuan Revitalisasi mencakup sembilan Sekolah Dasar Katolik ( SDK) : Kumba 1, Ruteng VI, Ka Redong, Bea Rahong, Tentang 1, Lukup, Wewo, Todo II, dan Wancang .
Di sela pertemuan, media ini berkesempatan untuk konfirmasi langsung kepada Romo Patrick Guru, Ketua Yayasan Persekolahan Sukma Pusat.
“Ya, benar. Yayasan Persekolahan Sukma Pusat mendapat bantuan revitalisasi untuk sembilan SDK di Manggarai. Ini bukti perhatian Pemerintah RI kepada sekolah-sekolah swasta Katolik. Kami tentu sangat berterima kasih, juga kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Kadis PPO, Bapak Wens, yang mendukung penuh,” kata Romo Patrick.
Disinggung soal audit eksternal yang sedang berlangsung di salah satu sekolah milik Yayasan saat ini di SDK Ruteng II, Romo Patrick menjelaskan,
“Saat ini audit masih berjalan. Ada kegiatan uji petik terkait penggunaan dana SPP yang diminta dari para guru. Karena itu, Yayasan belum bisa memberikan pernyataan resmi. Tapi perlu diketahui, audit ini adalah bagian dari jawaban Yayasan atas petisi para guru. Kami ingin transparan.”
Lebih lanjut, Ketua Yayasan itu memaparkan mekanisme pelaksanaan revitalisasi yang menggunakan sistem swakelola.
“Kami sudah mengundang perwakilan sekolah, pengawas, dan kontraktor. Kami mohon agar semuanya bekerja dengan hati. Setelah 120–150 hari kerja, bangunan hasil revitalisasi akan diserahkan menjadi aset Yayasan. Dana tidak lewat Yayasan, tapi karena proyek ada di atas tanah milik Yayasan, kami tetap memantau agar hasilnya sungguh baik.”
Romo Patrick juga menegaskan pentingnya integritas dalam pengerjaan proyek ini:
“Ajakan saya sederhana: Yayasan sangat menyadari, apabila dana proyek ini disalahgunakan maka bukan tidak mungkin akan pelik nantinya, bahkan bisa berurusan dengan hukum. Sebagai Ketua Yayasan Lembaga Katolik, mari kita tunjukkan bahwa semua kita mau melayani, bukan berorientasi keuntungan sebesar-besarnya dari proyek. Wajar ada keuntungan, tetapi jangan sekali-kali mengabaikan kualitas bangunan.”
Untuk diketahui, Romo Patrick bukanlah orang baru dalam mengawal proyek pemerintah. Ia pernah menangani proyek bantuan pemerintah untuk Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret, Maumere, saat menjabat sebagai Ekonom di lembaga pendidikan calon imam tersebut. Pengalaman ini menjadi bekal berharga baginya dalam memastikan pengelolaan bantuan revitalisasi sekolah-sekolah Katolik di Manggarai berjalan dengan baik, transparan, dan bermutu.
Ia menutup dengan ajakan moral,
“Revitalisasi ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan tanggung jawab bersama untuk menyiapkan tempat belajar yang layak bagi anak-anak. Karena itu, saya mengajak semua pihak bekerja jujur, sungguh-sungguh, dan dengan hati.”
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama: revitalisasi sekolah bukan hanya urusan bangunan, melainkan juga soal merawat kepercayaan dan masa depan generasi penerus.***
Penulis : Tim Investigasi Nasional KPK SIGAP ( Kabar Pemantauan Korupsi-Sinergi Integritas Tanggap Dan Profesional)
Editor : Adrianus Jehamat.




