Sulsel kpksigap.com
Kerajaan Kesultanan Nusantara – DINAMIKA perkembangan dunia politik yang terus meningkat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi di lingkungan yang cepat dan dinamis, dapat diidentifikasi sebagai ancaman Pertahanan Nasional yang berbahaya bagi NKRI negara. Jum’at (29-11-2024)
Ancaman musuh didalam _perspektif_ kekuatan sistem Pertahanan Nasional dalam ranah perang konvensional tergantung dari besarnya kondisi ancaman musuh. Baik musuh dari luar (bahaya asing) maupun musuh dari dalam (bahaya laten).
Tupoksi Komponen Ketahanan Nasional pada TNI Polri dalam keadaan damai.Tupoksi bagi TNI adalah menjalankan operasi militer pertahanan keamanan nasional di wilayah-wilayah pos-pos perbatasan Indonesia dan kewaspadaan terhadap serangan _ancaman eksternal_ negara seperti _agresi, invasi militer dari negara lain, pelanggaran perbatasan wilayah, gerakan separatis dan gerakan makar terhadap negara_
Dan tupoksi bagi Polri adalah menjalankan penegakan hukum dalam ketertiban dan keamanan masyarakat dan kewaspadaan terhadap bentuk krimimal atau _ancaman internal_ negara seperti _GPK (Gerombolan Pengacau Keamanan / Kriminal) atau ancaman melalui gerakan Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial budaya, Teknologi dan Informasi._
Ancaman musuh didalam _perspektif_ kekuatan sistem Pertahanan Nasional dalam ranah perang dan pertempuran modern saat ini dibagi tiga yaitu _Asymetris War, Proxy War dan Hybrid War._
1. _Asymmetric War,_
Adalah peperangan dengan tebarkan informasi hoax, isu-isu, fitnah dan propaganda.
2. _Proxy War,_
Adalah peperangan dengan menggunakan pemain pengganti atau disebut sebagai _proxy_ atau _boneka_ bisa berupa presiden boneka atau negara boneka dll.
3. _Hybrid War,_
Adalah peperangan kombinasi yang memadukan antara perang konvensional kombinasi metode militer dan nonmiliter di masa damai untuk mencapai tujuan militer tradisional sehingga mampu mengubah fakta lapangan tanpa memicu konflik.
Demikian garis besar _Tiga Ancaman Perang_ yang akan mengancam NKRI dalam acuan perspektif _Ketahanan Nasional_ yang kudu diketahui dan dipahami bagi para calon _pemimpin bangsa_ baik dari kalangan institusi sipil maupun Militer dan Polri.
Agar calon pemimpin bangsa atau para Kepala Daerah ini memiliki wawasan dan _personality_ yang _smart, kapabel_ dan _religius_ sehingga tidak mudah _dikontrol_ dan _diremote_ oleh _predator oligarki_. _(KS)_ 🇮🇩
Sumber : Kanjeng Senopati (Kerajaan Kesultanan Nusantara)
Korwil Sul-Sel KPK-SIGAP (Mj@.09🇮🇩)




