Sosok Rachmad Agung Saputra Anggota DPRD Jombang termuda dari partai Golkar

Sosok Rachmad Agung Saputra Anggota DPRD Jombang termuda dari partai Golkar

JOMBANG – Kpksigap.com Rahmat Agung Saputra, anggota DPRD Jombang periode 2024-2029 termuda. Saat dilantik menjadi wakil rakyat, ia baru berusia 28 tahun. Semangatnya mewarnai panggung politik dengan nuansa milenial, patut diparesiasi.

PRIA kelahiran 11 Juni 1991 ini mulai mengenyam pendidikan di SDN Kepanjen 2 lulus 2004. Kemudian melanjutkan ke SMPN 2 Jombang lulus 2007 dan SMAN 2 Jombang lulus 2010.

Sebagaimana peribahasa buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ia terjun ke dunia politik lantaran terinspirasi dari sang ayah, Andik Basuki Rahmat (Ketua Komisi A DPRD Jombang). Tak main-main, anak pertama pasangan Andik Basuki Rahmat dengan Dwi Marwati ini langsung serius mewarnai panggung politik.

Saat masuk perguruan tinggi, dia memilih Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. “Saya kuliah di Universitas Brawijaya Malang. Kemudian melanjutkan S2 dengan jurusan yang sama di Universitas Wijaya Kusuma lulus 2021,” ujar Agung, sapaan akrabnya.

Meski terbilang muda, di panggung politik dirinya cukup mewarnai. Terlebih, semasa kuliah, ia aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan seperti HMI dan GMNI. Pada 2017, dia kemudian menjadi salah satu kader Partai Golkar. Setelah 2 tahun berselang, saat Pileg 2024, dia mulai mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Jombang di daerah pemilih (Dapil) 2 wilayah Kecamatan Diwek, Jogoroto dan Sumobito.

“Masuk dunia politik ini saya ingin memberikan perubahan. Khususnya mewarnai panggung politik dengan nuansa milenial,” kata suami dr Chindy Deka Aritaningrum M.MRS ini.

Tak hanya itu, dirinya bertekad mengakomodir dan mengaspirasikan keresahan pemuda yang selama ini banyak tak tersampaikan. “Saya juga ingin bermanfaat untuk orang banyak, khususnya kalangan muda dan turut andil dalam pembangunan daerah,” bebernya.

Anggota Komisi D DPRD Jombang ini terkadang masih merasa kurang. Terlebih, saat ada pengaduan dari masyarakat tentang masalah sosial yang dialami. Akan tetapi, pemerintah seakan tutup mata dan tidak serius menyelesaikan apa yang dikeluhkan masyarakat.

“Untuk itu ke depannya saya fokus tetap konsisten menjaga amanah sebagai kepanjangan tangan dari rakyat dan selalu bermanfaat untuk masyarakat,” tegas Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini.

Bermodal idealis khas milenial, Agung juga didapuk sebagai Wakil Ketua Bidang Kepemudaan & Olahraga DPD Golkar Jombang dan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Jombang. Tentu hal ini cukup menyita waktunya bersama keluarga. Terlebih, ia telah dikaruniai satu anak Jean Kirana Larasati yang masih berusia 2 tahun.

“Alhamdulillah selama ini tidak ada kendala membagi waktu. Orang tua, mertua dan istri sangat memahami bagaimana kegiatan saya. Intinya selalu menjaga komunikasi dan menyempatkan waktu meski sebentar dengan keluarga. Itu jadi kunci,” pungkasnya.

Berpolitik Lewat Kopi dan Game

CARA berpolitik Rahmat Agung Saputra bisa dibilang kekinian. Agar dekat dengan masyarakat, dia mengajak berkomunikasi dengan ngopi bersama atau bahkan ngegame bareng. Berbagai cara dilakukan untuk dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat. Terutama dalam menyerap aspirasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, stigma politik hari ini membuat dirinya terpanggil untuk dapat merevitalisasi esensi politik dalam berbagai realitas. “Politik dan demokrasi memiliki hubungan yang saling bertautan, untuk itu segala bentuk aktivitas dalam membangun interaksi dan komunikasi dengan masyarakat adalah sebuah hal yang tidak bisa dihindari.” ujarnya.

Untuk itu, dia melakukan pendekatan dengan masyarakat sambil ngopi bersama. Tak jarang dia ngopi sambil mendengarkan aspirasi masyarakat, sekaligus berdiskusi seputar apa saja.

“Nyeruput kopi sambil saling bercakap-cakap dalam dialog yang berbobot, merupakan kenikmatan yang siapapun dapat merasakan. Saya merasa kopi benar-benar dapat menjadi media penyambung lidah yang pas untuk memikirkan solusi sembarang persoalan yang terjadi,” tuturnya.

Bagi Agung, berdiskusi dengan ngopi terkesan lebih santai dan informal. Dengan prinsip sepenanggung dan seperjuangan tentu hal ini sangat mudah diterima masyarakat. Khususnya kaum milenial. “Kan enak, jadi nggak ada sekat lagi jika ngobrol sambil ngopi, bisa lebih akrab dengan masyarakat,” ungkap Dewan Majelis DPD KNPI Jombang ini.

Hal yang didiskusikan juga tak sekadar diskusi, namun ada bukti nyata dan berkontribusi ke organisasi kepemudaan. Dengan mensupport berbagai kegiatan kepemudaan, Agung yakin tiada usaha yang mengkhianati hasil.

Selain itu, dirinya juga melakukan pendekatan dengan ngegame. Bahkan, serius untuk memajukan para gamers yang ada di Jombang. Terbukti dia ditunjuk sebagai Ketua E-Sport Indonesia (ESI) Jombang 2021. Agung berpandangan, ESI dapat menggali dan memberi wadah terhadap potensi kaum muda yang berprestasi di bidang gaming.

“Saya juga ingin mengubah pemahaman bahwa main game itu hanya buang-buang waktu. Main game saat ini bisa mengukir prestasi dan mengharumkan nama bangsa. Tentu bisa juga menghasilkan cuan melalui streaming di berbagai platform yang lain,” tuturnya.

Dengan cara itu, Agung bisa mengerti bagaimana kemauan kaum milenial dan apa yang dibutuhkan. “Gaya pendekatan seperti inilah yang nanti bisa diterima masyarakat, khususnya kalangan pemuda. Sehingga tak lagi anti politik dan bisa sumbangsih bersama dalam mengawal pembangunan,” pungkas dia.

Reporter Haris
Editor mursyidi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *