Desakan Penutupan Menggema, MAKI Jatim dan Laskar Jahanam Konsolidasikan 12 Desa, Soroti Dugaan Pelanggaran Operasional PT Imasco

 

Jember, kpksigap.com 19April 2026 – Desakan penutupan pabrik semen PT Imasco Asiatic mulai menguat dari akar rumput. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur bersama Laskar Jahanam Jember menggalang konsolidasi warga dari 12 desa terdampak, menyusul rentetan keluhan yang dinilai tak kunjung mendapat penyelesaian.

Konsolidasi diawali melalui pertemuan internal pada
Jumat (17/4/2026) untuk merumuskan langkah strategis. Sehari berselang, kedua organisasi turun langsung ke lapangan, menemui warga dalam forum terbuka yang sarat dengan penyampaian keresahan secara langsung dan tanpa sekat.

Dalam forum tersebut, warga memaparkan berbagai dampak yang mereka rasakan. Kebisingan yang disebut berlangsung hampir sepanjang waktu, penurunan kualitas hasil panen tembakau yang diduga berkaitan dengan aktivitas industri, hingga keluhan gangguan kesehatan menjadi isu dominan yang mengemuka.

Kekecewaan warga juga mengarah pada minimnya penyerapan tenaga kerja lokal. Harapan terhadap peningkatan kesejahteraan melalui kehadiran industri dinilai belum terwujud, bahkan berbanding terbalik dengan kondisi yang dirasakan sebagian masyarakat.

Tak hanya aspek sosial, tekanan juga dirasakan pada sektor ekonomi tradisional. Aktivitas produksi gamping di Desa Grenden dilaporkan mengalami penurunan, seiring perubahan pola konsumsi material bangunan yang beralih ke produk pabrikan.

Situasi ini mendorong MAKI Jatim untuk mengambil langkah lebih jauh. Selain melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket), tim hukum MAKI juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian dalam dokumen perizinan operasional perusahaan, termasuk yang berkaitan dengan analisis dampak lingkungan (AMDAL) dan kajian teknis lainnya.

Langkah advokasi direncanakan tidak berhenti di tingkat daerah. MAKI Jatim menyatakan akan membawa persoalan ini ke tingkat nasional melalui pengajuan rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPR RI serta penyampaian surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia.

Di tengah meningkatnya tekanan, konsolidasi warga menghasilkan kesepakatan untuk menggelar aksi dalam skala lebih besar. Aksi tersebut diproyeksikan sebagai bentuk penegasan sikap masyarakat sekaligus dorongan agar persoalan yang berkembang tidak lagi diabaikan.

“Ini bukan lagi sekadar aspirasi, tetapi sinyal kuat dari masyarakat yang merasa terdampak. Kami akan terus mengawal hingga ada respons nyata,” tegas Heru, Ketua MAKI Jatim.

Reporter Maski

Editor Mursyidi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *