Banding Agung. kpksigap.com Keberadaan peternakan bebek yang berlokasi di belakang rumah Kepala Desa Suka Maju, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan, menjadi sorotan dan perbincangan di tengah masyarakat setempat. Warga mempertanyakan pengelolaan program ketahanan pangan tahun 2025 yang bersumber dari Dana Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa program ketahanan pangan berupa pengadaan bebek petelur tersebut dinilai menimbulkan sejumlah pertanyaan??
Untuk mengonfirmasi informasi tersebut, tim media menemui Ketua BUMDes,Dalam keterangannya, ia membenarkan bahwa kandang bebek memang berada di belakang rumah kepala desa dan menyatu dengan area rumah tersebut.
“Memang benar berada di belakang rumah Pak Kades,” ujar Ketua BUMDes saat ditemui tim media.
Ketua BUMDes juga menjelaskan bahwa pengadaan bebek dilakukan melalui pemesanan pk kades.dari Belitang.Menurut keterangannya, harga pembelian Rp100.000 ribu per ekor dengan jumlah banyak 500 ekor bebek.
Namun, dalam pelaksanaannya, program tersebut disebut tidak berjalan sesuai harapan. Banyak bebek yang mati sehingga hasil yang diharapkan dari program ketahanan pangan tersebut tidak tercapai secara maksimal.
Saat ditanya mengenai dokumen atau surat keterangan terkait kematian ternak bebek tersebut, Ketua BUMDes mengaku tidak mengetahui adanya dokumen resmi yang menjelaskan kondisi tersebut.
“Tidak ada surat pernyataan, saya juga kurang mengerti,” katanya.
Terkait anggaran program ketahanan pangan yang melalui rekening BUMDes.yang disebut mencapai sekitar Rp190 juta, di tahun 2025.Ketua BUMDes menyampaikan bahwa pengelolaan administrasi dan keuangan berada pada bendahara desa.
Sementara itu, sejumlah warga mengaku belum mengetahui secara jelas program ketahanan pangan yang telah dilaksanakan sejak beberapa tahun terakhir. Mereka berharap pemerintah desa dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penggunaan Dana Desa, khususnya pada sektor ketahanan pangan.dari tahun 2022 -2023 dan 2024..didesa Suka Maju tidak transparan.kami pun tidak mengtahui siapa pengurus selama ini.
menurut keterangan dari masyarakat banyak sekali dugaan korupsi didesa Suka maju
Masyarakat juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) oku selatan serta instansi terkait untuk melakukan pengawasan langsung.dan penelusuran guna memastikan seluruh penggunaan Dana Desa telah dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Suka Maju susah ditemui dikediaman nya.Wa pun tidak aktif.untuk melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan hak jawab dari pihak yang bersangkutan sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.(Andi Saputra)


